Home Kalimantan Bulog Kalsel Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Aman Hingga Lebaran

Bulog Kalsel Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Aman Hingga Lebaran

Banjarmasin, Gatra.com - Perum Bulog Kalimantan Selatan (Kalsel) memastikan ketersediaan bahan pokok masyarakat Kalsel aman dan tercukupi selama Ramadan dan Idulfitri.

Kepala Perum Bulog Kalsel, Muhammad Imron Rosidi mengungkapkan, untuk beras stok saat ini 9.000 ton dan terbilang melimpah. "Untuk beras kita jamin aman hingga 6 bulan kedepan," ujarnya kepada Gatra.com, Kamis (21/4).

Selain beras, stok gula pasir juga masih aman. Saat ini di gudang Bulog masih ada 100 ton gula pasir dan dalam waktu dekat gula pasir akan kembali masuk ke Bulog Kalsel.

"Untuk minyak goreng secara reguler kita selalu punya. Kita jual minyak goreng kemasan bermerek Rp24 ribu per liter. Sedangkan gula pasir kita jual Rp13.500 per kilogram. Untuk tepung terigu dan daging beku stok juga masih aman hingga lebaran," katanya.

Bulog Kalsel, kata Imron, selalu melaksanakan pasar murah setiap hari selama bulan Ramadan. Lokasinya berbeda-beda sesuai permintaan Dinas Perdagangan dan pemerintah kabupaten/kota.

"Pasar murah untuk membatu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok. Harga pasti lebih murah dibandingkan dengan di tempat lain," sebutnya.

Terkhusus untuk pemenuhan ketersediaan daging, beber Imron, Bulog Kalsel menyediakan daging kerbau impor dari India. Kenapa daging Kerbau, karena untuk menjaga agar daging sapi tidak naik. Saat ini daging sapi masih terbilang mahal Rp130 ribu per kilogram. Sedangkan daging kerbau beku Rp80 ribu per kilogram.

"Impor daging Kerbau 100 ribu ton untuk memenuhi kebutuhan daging di seluruh Indonesia. Kita (Bulog) ada penugasan dari pemerintah," bebernya.

Imron berujar, peminat daging kerbau di Kota Banjarmasin dan sekitarnya sangat tinggi. Dalam satu bulan, rata-rata daging kerbau 30 ton ludes terjual.

"Rasanya enak tidak kalah dengan daging sapi. Asal tau saja, daging rendang di rumah makan Padang itu banyak juga yang dari daging kerbau impor," cetusnya.

Dalam menghadapi tibanya lebaran Idulfitri, Imron berpesan kepada masyarakat untuk tidak khawatir akan terjadi kelangkaan dan lonjakan harga bahan pokok.

"Jangan berlebihan dalam berbelanja. Memang kebijakan pemerintah yang silih berganti atau tidak tetap membuat masyarakat agak bingung. Tapi kini sudah mulai tertata dengan baik," tukasnya.