Home Internasional Mantan Perdana Menteri Pakistan Minta Pemilu Ulang

Mantan Perdana Menteri Pakistan Minta Pemilu Ulang

Islamabad, Gatra.com - Mantan Perdana Menteri (PM) Pakistan, Imran Khan menuntut dilakukannya pemilihan umum ulang setelah pemerintahan baru yang menggantikannya menyebut bahwa Pakistan sedang menghadapi tantangan besar untuk memperbaiki perekonomian yang hancur.

Sebelumnya, Khan diberhentikan sebagai PM Pakistan, pada Minggu (10/4) berdasarkan persetujuan 174 anggota parlemen. Alasan pemberhentian Khan ini lantaran mantan pemain kriket itu dianggap tidak becus mengurus masalah perekonomian negara di tengah tekanan pandemi Covid-19.

“Siapa pun yang melakukan kesalahan, hanya ada satu cara untuk memperbaikinya dengan mengadakan pemilihan sesegera mungkin,” kata Khan di hadapan puluhan ribu orang di timur kota Lahore pada Kamis (21/4) seperti dilansir Reuters.

Pernyataan itu diucapkan Khan dalam pertemuan publik ketiga yang dibuatnya sejak diberhentikan sebagai PM. Banyak pihak menilai pertemuan publik ini sebagai upaya Khan untuk memberikan tekanan kepada pemerintahan baru Pakistan.

Khan juga meminta para pendukungnya bersiap untuk berbaris menuju Islamabad jika permintaannya mengadakan pemilihan umum ulang ditunda. “Tunggu panggilan saya,” ujarnya.

Mantan bintang kriket ini juga sempat menuduh Amerika Serikat menjadi dalang kejatuhannya. Namun tuduhan ini langsung dibantah oleh Gedung Putih.

Padahal, selain alasan tidak becus mengurus perekonomian negara, pemberhentian Khan juga disebabkan oleh hilangnya dukungan militer terhadapnya. Khan disebut berselisih dengan militer soal penunjukan kepala intelijen tertinggi negara itu.

Khan tetap bersikukuh bahwa tuduhan oposisi merupakan bagian dari konspirasi Amerika Serikat untuk menggulingkannya. Pasalnya, tuduhan-tuduhan itu muncul setelah Khan mengunjungi Rusia dan mengabaikan peringatan dari Amerika.

“Kami ingin membawa minyak dengan diskon 30% dari Rusia,” ucap Khan, yang berada di Moskow pada hari Rusia menyerang Ukraina. Ia juga menambahkan bahwa rencananya datang ke Rusia untuk membeli gandum dan gas juga.

96