Home Ekonomi Harga Daging Ayam Melejit di Semua Pasar

Harga Daging Ayam Melejit di Semua Pasar

Karanganyar, Gatra.com – Fluktuasi harga sembako pada sepekan menjelang Idulfitri 1443 H mulai terasa. Paling kentara harga daging ayam broiler yang bertengger di Rp42 ribu per kilogram.

Harganya meninggi selama sepekan terakhir dari semula Rp32 ribu per kilogram. Tim sidak dari Pemkab Karanganyar mendapati harganya tinggi di Pasar Nglano, Karangpandan, dan Matesih. Dari tiga pasar induk ini, harga daging ayam broiler paling murah di Pasar Matesih, yakni Rp40 ribu per kilogram.

Tim sidak dari Dishub, Bagian Perekonomian, Dinas Pertanian PP dan Dinas Perdagangan mengamati pula lonjakan harga pada kebutuhan pokok.

Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesra Setda Pemkab Karanganyar, Titis Sri Jawoto, mengatakan, kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok dinilai masih wajar. Pada momen menjelang Lebaran sampai sepekan setelahnya, harga cenderung tinggi. Namun berangsur normal setelah Lebaran berakhir. Tim sidak hadir di pasar guna memberi rasa aman dan menjawab pertanyaan masyarakat terkait semua hal.

“Sebenarnya harga itu sudah bisa kami pantau secara online. Daftar harian masuk berganti setiap hari. Tinggal dibaca saja. Namun kami sengaja datang di tengah-tengah pedagang dan masyarakat. Supaya pemerintah tetap bersama mereka di berbagai situasi. Silakan ungkapkan keluh kesahnya,” kata Titis.

Mengenai kenaikan harga daging ayam broiler, ia mendapatkan informasi hal itu tak melulu dipicu spekulan yang memanfaatkan momen Lebaran. Tapi lebih pada mahalnya harga pakan ternak.

Tim sidak memastikan semua sembako tersedia. Meski sebagian mahal, namun tidak mengalami kelangkaan. Bahkan minyak goreng curah yang dahulunya mencapai Rp20 ribu per liter, kini turun menjadi Rp15 ribu per liter.

Kabag Perekonomian dan SDA Karanganyar, Sri Asih Handayani, mengatakan, pergerakan harga sembako terpantau sistem. Tiap komoditas yang mengalami kenaikan harga akan ditelusuri penyebabnya. Sejauh ini, masyarakat dinilai masih mampu membelinya.

“Pemerintah mengimbau agar jangan menimbun. Beli secukupnya dan sewajarnya saja supaya dapat menjaga tingkat inflasi daerah,” katanya.

Ngatiyem, penjual daging ayam di Pasar Nglano, mengatakan, perubahan harga membuat penjualan lesu. Dari sebelumnya dapat menjual 10 kilo per hari, kini hanya 7 kilo saja.

"Banyak yang enggak jadi beli. Takut mahal. Maunya kembali normal harganya. Dagangan bisa habis terjual," katanya.

Dalam sidak itu, petugas Dispertan PP mendapati daging sapi basah dijual di lapak Pasar Nglano. Daging semacam ini tidak disarankan dikonsumsi karena mengandung air berlebih. Juga modus curang penjual.

"Kandungan air sampai 6,5. Idealnya 4. Penjual bermaksud mengkilapkan dagingnya. Sehingga dibasahi terus. Kandungan air jadi banyak. Bobotnya juga bertambah," kata Faturrahman, petugas dari Dispertan PP.

1250