Home Kalimantan Pantau Arus Mudik Lebaran Tahun 2022, Ini Catatan Ombudsman Kalsel

Pantau Arus Mudik Lebaran Tahun 2022, Ini Catatan Ombudsman Kalsel

Banjarmasin, Gatra.com - Jelang lebaran Idul Fitri 1443 H, Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan pengawasan pelayanan publik sektor transportasi/perhubungan di tengah melonggarnya kebijakan pemerintah terkait mudik lebaran tahun 2022.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kalsel, Hadi Rahman mengungkapkan, tim Ombudsman Kalsel melakukan pemantauan di Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarbaru, Terminal Pal 17 Gambut, Kabupaten Banjar dan Terminal Pal 6 Kota Banjarmasin.

Di bandara Syamsudin Noor, tim mendatangi unit layanan Posko Terpadu yang disediakan pihak Angkasa Pura bekerjasama dengan TNI/Polri, Basarnas, Dinas Perhubungan dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Banjarmasin.

"Pihak Angkasa Pura telah menyiapkan beberapa fasilitas pendukung untuk menjaga prokes tetap berjalan baik pada saat jumlah pemudik lebaran diprediksi meningkat drastis. Diantaranya penyediaan alat pengukur suhu tubuh otomatis, pemasangan himbauan memakai masker dan menjaga jarak pada titik-titik rawan berkumpul di area bandara, serta pengisian EHAC yang diwajibkan bagi calon penumpang," ujar Hadi Rahman kepada Gatra.com, Jumat (29/4).

Di Terminal Pal 17 Gambut, beber Hadi, situasi secara umum lebih berkembang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dengan adanya 70 lebih armada bus baru yang melayani masyarakat antar kota dan antar provinsi. Penerapan prokes yang ketat menjadi penting dalam kondisi semakin banyaknya masyarakat yang memanfaatkan layanan transportasi bus saat mudik lebaran kali ini.

Selain itu, persiapan secara teknis terlihat dengan keberadaan posko monitoring lalu lintas yang dibuat Dinas Perhubungan. Pihak dinas juga melakukan berbagai langkah lainnya untuk memastikan kegiatan mudik lebaran tahun ini terlaksana dengan aman dan lancar, seperti ramp check (inspeksi keselamatan) kendaraan setiap malam hari, penyemprotan disinfektan terhadap armada yang hendak berangkat, penyediaan hand sanitizer dan masker gratis, serta kursi prioritas di setiap armada bus.

"Tak kalah pentingnya, para pengemudi dipastikan telah menerima vaksin lengkap dan diberikan vitamin untuk daya tahan tubuh. Ada pula fasilitas klinik kesehatan atas kerja sama dengan Rumah Sakit Islam Sultan Agung namun ruang laktasi belum tersedia secara lengkap," ucapnya.

Ombudsman Kalsel menilai, persiapan dari pihak Angkasa Pura dan Dinas Perhubungan yang berada di Terminal Km 17 pada saat arus mudik lebaran 2022 utamanya menyangkut penerapan prokes sudah bagus, namun di lapangan masih terpantau beberapa calon penumpang yang tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak di ruang tunggu.

Di Pelabuhan Trisakti, Ombudsman Kalsel mendatangi Posko Mudik Pelabuhan, bertemu dengan pihak Pelindo, KSOP Kelas 1 Banjarmasin, Polsek Kawasan Pelabuhan dan Laut (KPL) Banjarmasin, Kodim Banjarmasin, dan Dinas Perhubungan Provinsi dan Kota Banjarmasin.

Ombudsman menilai, semua pihak telah bekerja sama dengan baik dalam mengawasi arus mudik di Pelabuhan tersebut.

Hadi menyebut, ada beberapa catatan ombudsman dari hasil pemantauan di Terminal Pal 6, yaitu perlu pemisahan ruang istirahat dan ruang laktasi, penggunaan thermogun di posko mudik, serta pengecekan bukti vaksinasi.

"Kepada seluruh pihak yang bertugas supaya cepat dan tanggap dalam melayani pemudik, mengingat 2 tahun terakhir tidak ada mudik akibat pandemi Covid-19. Kami meminta pihak penyelenggara layanan perhubungan/transportasi agar menyediakan himbauan/sosialisasi kepatuhan prokes kepada seluruh penumpang, khususnya pada moda transportasi bus," ujarnya.