Home Ekonomi Kemenperin Bertekad Terus Jalankan Program P3DN

Kemenperin Bertekad Terus Jalankan Program P3DN

Jakarta, Gatra.com - Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa pihaknya bertekad untuk terus menjalankan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Program ini bertujuan agar produk industri dalam negeri dapat diserap dalam proyek pengadaan barang dan jasa pemerintah pusat dan daerah, hingga BUMN.

“Sampai saat ini, tercatat nilai komitmen pembelian Produk Dalam Negeri (PDN) sebesar Rp216,77 triliun dari 18 kementerian/lembaga, 34 Pemprov, dan 276 Pemkot/Pemkab,” katanya di Jakarta, Selasa (10/5).

Ia menyebut, saat ini potensi belanja pemerintah pusat dan daerah mencapai Rp1.071,4 triliun. Sekitar Rp400 triliun di antaranya akan diserap melalui belanja PDN sepanjang tahun 2022.

Menurutnya, program P3DN merupakan langkah konkret keberpihakan terhadap industri dan PDN. Melalui program ini, bisa memberikan kesempatan bagi industri dalam negeri untuk berkembang dan meningkatkan daya saing.

“Sehingga para pelaku industri kita juga akan mampu bertarung di kancah global,” ujar Agus.

Agus mengatakan, sektor industri manufaktur masih menunjukkan kinerjanya sebagai penggerak utama perekonomian nasional di tengah tantangan dan persaingan global serta pandemi Covid-19. Hal ini tercemin pada sejumlah indikator, di antaranya pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sebesar 5,47% pada triwulan I tahun 2022 (y-o-y) yang melebihi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,01%.

Selain itu, kontribusi industri pengolahan nonmigas pada triwulan I 2022 juga mencapai 19,19%, yang merupakan angka tertinggi di antara sektor lainnya. Selanjutnya, kinerja ekspor sektor industri sampai dengan Maret 2022 sudah mencapai US$50,52 miliar, dengan kontribusi yang mendominasi sebesar 78,83% terhadap total ekspor nasional.

“Realisasi investasi di sektor manufaktur mengalami peningkatan, pada triwulan I-2022 tercatat sebesar Rp103,5 triliun. Selanjutnya, kondisi Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia juga masih mampu berada di level ekspansif, yaitu berada di posisi 51,9 pada April 2022 ini,” katanya.

59