Home Kesehatan DBD Tertinggi di Jateng, 13 Tewas di Cilacap

DBD Tertinggi di Jateng, 13 Tewas di Cilacap

1399

Banyumas, Gatra.com– Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Cilacap terus bertambah. Hingga pekan ke-18 tahun 2022, jumlah kasus mencapai 617 orang. Dari jumlah itu, 13 orang di antaranya meninggal dunia.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Sekretariat Daerah Kabupaten Cilacap Dian Setyabudi mengatakan, angka ini membuat Cilacap menjadi wilayah tertinggi kasus DBD di Jawa Tengah.

Karena itu, Dian meminta agar masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) agar terhindar dari penyakit mematikan ini.

“Angka DBD kita paling tinggi di Jawa Tengah. Itu berarti kita harus bisa mengedukasi masyarakat untuk terus menerapkan PHBS supaya terhindar dari penyakit menular tersebut,” ucap dia, dalam keterangannya, Jumat malam (13/5).

Menurut dia, melandainya kasus Covid-19 di Kabupaten Cilacap belakangan ini, hendaknya tidak membuat masyarakat abai dalam menjalankan Protokol Kesehatan (Prokes) dan PHBS. Terlebih melihat data DBD yang tinggi tersebut.

Ditambah lagi munculnya beberapa kasus Hepatitis Akut yang tidak diketahui penyebabnya yang bahkan sudah menelan korban jiwa di Indonesia.

“Kemudian ada lagi muncul Hepatitis Akut. Meskipun belum ada di Cilacap dan semoga tidak ada, namun kita harus tetap waspada,” tandas pada acara Sosialisasi dan Advokasi Pekan Kewaspadaan Program P2 Menular (Covid-19, Hepatitis Akut dan DBD).

Dian menambahkan, Pemkab Cilacap akan menggelar Pekan Kewaspadaan Penyakit Menular pada 17-20 Mei 2022 yang meliputi penuntasan vaksinasi Covid-19, Kewaspadaan Hepatitis Akut yang tidak diketahui penyebabnya dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara serentak.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS