Home Ekonomi Ini Beberapa Langkah Kemenperin Dukung Pekan KKI 2022

Ini Beberapa Langkah Kemenperin Dukung Pekan KKI 2022

Jakarta, Gatra.com - Direktur Industri Aneka dan Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kimia, Sandang dan Kerajinan, Ni Nyoman Ambareny mengatakan bahwa Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sangat mendukung Pekan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2022.

“Kementerian Perindustrian juga telah bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI), melalui Ditjen IKMA tentang pengembangan IKM atau UMKM di sektor industri tertanggal 1 April 2022, dengan jangkauan pelaksanaan sampai dengan 4 September 2024,” katanya dalam konferensi pers persiapan KKI secara virtual pada Selasa (17/5).

Ia menyebut, dukungan Kemenperin terhadap KKI sudah dilakukan sejak tahun 2020 lalu melalui beberapa kegiatan partisipasi. Di tahun ini, KKI sejalan dengan salah satu program milik Kemenperin, Lagawi Fest 2022 yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia ( Gernas BBI).

“Kegiatan BBI ini telah dilaksanakan kurasi terhadap IKM, telah ditentukan 30 IKM terpilih. Kemudian juga sudah dilakukan pendampingan berupa edukasi digital kepada 30 IKM,” ucapnya.

Ambareny menjelaskan bahwa Program Lagawi Fest sesuai dengan tema KKI 2022 lantaran dalam kegiata ini, IKM didorong untuk mengoptimalkan pemasaran digital. Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital kepada IKM, sehingga bisa mengoptimalkan pemasaran produk-produknya.

Sedangkan untuk KKI 2022, Kemenperin telah menyiapkan 39 IKM untuk selanjutnya dikurasi oleh BI. Terdiri dari 13 IKM dalam bisnis matching pembiayaan, 14 IKM dalam bisnis matching ekspor, dan 12 IKM sebagai calon peserta pameran.

Pengajuan IKM calon peserta KKI 2022 ini juga telah melalui beberapa persyaratan kriteria oleh Kemenperin. Misalnya, pernah mengikuti inkubator bisnis kreatif yang dilaksanakan selama dua tahun melalui tahap workshop pengembangan bisnis dan pendampingan.

“Beberapa IKM juga sudah mengikuti Indonesia Fashion Craft Award (IFCA) yang bertujuan untuk mendorong lahirnya desainer muda fesyen dan kriya yang memiliki bisnis sustainability dengan produk ramah lingkungan, inklusif, dan berkelanjutan,” ucapnya.

80