Home Ekonomi DPR Nilai Larangan Ekspor Berpotensi Hilangkan Penghasilan 2,6 Juta Petani Sawit

DPR Nilai Larangan Ekspor Berpotensi Hilangkan Penghasilan 2,6 Juta Petani Sawit

Jakarta, Gatra.com - Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PDIP, Sihar Sitorus menilai bahwa kebijakan larangan ekspor bahan baku minyak goreng oleh pemerintah berpotensi mengakibatkan 2,67 juta petani sawit di Indonesia kehilangan penghasilan.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar pemerintah meninjau kembali larangan ekspor tersebut. Tujuannya, untuk meminimalisir masalah yang akan muncul akibat dari kebijakan tersebut.

Hal itu diungkapkannya sebagai tanggapan aksi unjuk rasa petani kelapa sawit terkait kian anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit pascapelarangan ekspor bahan baku minyak goreng yang diberlakukan pemerintah sejak 28 April 2022 lalu.

“Melihat banyaknya risiko yang akan dihadapi oleh industri sawit nasional, ada baiknya Presiden Jokowi mempertimbangkan kembali kebijakan pelarangan ekspor minyak goreng dan bahan baku minyak goreng secara keseluruhan tersebut,” kata Sihar dalam keterangan tertulisnya yang diterima pada Rabu (18/5).

Ia juga menyebut, kebijakan itu akan menyebabkan konsekuensi negatif terhadap kredibilitas Indonesia di mata Internasional. Pasalnya, Indonesia menjadi salah satu negara produsen Crude Palm Oil (CPO) dunia terbesar.

“Kredibilitas Indonesia di mata Internasional akan memburuk. 2,67 Juta petani sawit berpotensi kehilangan penghasilan karena harga sawit lokal jatuh. Maraknya penyelundupan karena disparitas harga yang tinggi serta berbagai dampak negatif lainnya,” jelasnya.

Menurutnya, korelasi antara kebijakan larangan ekspor dan harga minyak goreng tidak serta merta berhubungan positif. Hal itu dibuktikan sejak larangan ekspor bahan baku minyak goreng itu mulai diberlakukan, justru telah menyebabkan anjloknya harga TBS di pasar dalam negri.

“Kini menuai protes besar-besaran dari para petani sawit. Sebelumnya pemerintah telah mengeluarkan serangkaian kebijakan untuk mengatasi kelangkaan serta naiknya harga minyak goreng di dalam negeri, namun hal itu belum menunjukkan hasil yang diharapkan,” ucap Sihar.

Diketahui, pada Selasa (17/5), para petani yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), menggelar aksi unjuk rasa di sejumlah daerah di Indonesia dan kantor Kementerian Koordinator Perekonomian. Pada aksi itu, para petani terlihat membawa buah kelapa sawit sebanyak satu mobil pikap untuk Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Sebagai bentuk protes atas anjloknya harga TBS di dalam negri pascadiberlakukannya larangan ekspor bahan baku minyak goreng oleh pemerintah.

Tampak di atas tumpukan kelapa sawit itu dipasang poster-poster berisikan tuntutan kepada pemerintah. Poster itu bertuliskan Petani Sawit Malaysia Full Senyum, Petani Indonesia Merana, Apkasindo Berjuang untuk Semua.

61