Home Sumbagsel PMK Mulai Muncul di Sumsel, Ini Saran PDHI untuk Pemda

PMK Mulai Muncul di Sumsel, Ini Saran PDHI untuk Pemda

Palembang, Gatra.com - Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memberikan saran untuk Pemerintah Daerah (Pemda), karena belum lama ini terdapat belasan ekor sapi di Bumi Sriwijaya yang mulai terindikasi infeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Ketua PDHI Provinsi Sumsel, drh Jafrizal, mengatakan jika nantinya jumlah yang terpapar PMK hanya 12 ekor dan tidak menyebar, maka akan dilakukan stamping out dan tidak ditetapkan sebagai daerah wabah. 

Hanya saja, jika menyebar maka harus dilakukan penetapan status.

“Jadi, kami menyarankan agar Pemda melokalisir lokasi kasus kejadian, lalu karantina, disinfeksi dan mengawasi lalu lintas perdagangan hewan. Kalau ternaknya sedikit maka dilakukan stamping out dan disposal untuk limbah-limbah yang ada,” ujarnya di Palembang, Kamis (19/5).

Menurutnya, Sumsel menjadi provinsi terancam PMK karena dua daerah tetangga, yakni Lampung dan Bangka yang sudah terjadi kasus tersebut terlebih dahulu.

Karena itu, sambungnya, sudah seharusnya melakukan aksi bersama sebagai upaya pencegahan dengan memperketat dalam menerapkan protokol pengendalian dan penanggulangan PMK.

“PMK tak bersifat zoonisis. Kalau memegang ternak yang sakit, segeralah mencuci tangan dan alas kaki menggunakan sabun atau desinfektan,” katanya.

Untuk diketahui, sebelumnya 12 ekor sapi di wilayah Sumsel terindikasi terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Rinciannya, sepuluh ekor di Kota Lubuklinggau dan sisanya dua ekor di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Dinas Ketahanan Pangan dan Perternakan (DKPP) Provinsi Sumsel pun telah mengirimkan sampel tersebut ke laboratorium di Balai Veteriner Lampung pada Sabtu (14/5) lalu.

1122