Home Hiburan Film Kisah Mantan Ketua PB PGRI Bikin Plh Bupati Banjarnegara Terharu

Film Kisah Mantan Ketua PB PGRI Bikin Plh Bupati Banjarnegara Terharu

1134

Banyumas, Gatra.com– Rasa haru tak terbendung oleh panitia film berjudul ‘Mutiara dari Bukit Bintang’ saat menyaksikan para penonton film yang tayang di bioskop Surya Yudha Sinema itu. Mereka yang sebagian besarnya para guru itu menyeka air mata.

Film dokumenter itu mengisahkan tentang tokoh pendidikan asal Banjarnegara, Ketua Umum PB PGRI, Sulistiyo yang telah wafat. Saat memberikan sambutan dan membuka acara pun tampak Plh Bupati Banjarnegara Syamsudin menyeka air mata.

Tak mengherankan jika Syamsudin terharu. Ia mengingat almarhum Dr Sulistiyo yang merupakan mantan murid SD kesayangannya, ketika ia mengawali karir sebagai guru SD di Kalitengah.

"Mengingat nama Sulistiyo, hati saya selalu merasa perih. Ia meninggalkan kita di penghujung perjuangannya meningkatkan harkat dan martabat guru,” kata Syamsudin.

Ada satu hal yang diingatnya adalah saat Sulistiyo SD, ia selalu mengucapkan: selamat siang Pak. "Sekalipun hari masih pagi. Sebuah kata yang masih menjadi misteri sampai kini," kenang Syamsudin.

Film ‘Mutiara dari Bukit Bintang’ menjadi salah satu film yang diputar dalam acara Pemutaran 20 Film Dokumenter Karya Guru Program Organisasi Penggerak (POP) Tahun 2021 dan Pembukaan POP Tahun 2022 yang dihelat oleh Yayasan Sahabat Muda Indonesia (YSMI). 19 film bertema sejarah, sosial dan budaya Banjarnegara lainnya juga diputar dalam kegiatan tersebut.

Ketua Umum YSM, Heni Purwono mengungkapkan, kegiatan itu digelar sebagai bagian dari memeringati Hari Pendidikan Nasional. Pembukaan POP sekaligus ajang perpisahan dengan Plh Bupati Banjarnegara yang akan berakhir masa jabatannya 22 Mei nanti.

"Kita ingin mengapresiasi 20 film dokumenter karya guru, dan juga mempersembahkannya kepada Plh Bupati Banjarnegara yang juga lama meniti karir sebagai guru. Momennya sangat tepat saya rasa, karena berbarengan dengan Hardiknas. Mudah-mudahan ini menginspirasi para guru untuk terus kreatif berkarya," harap Heni.

Ketua Pokja Kemitraan dan Pengembangan Komunitas Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek, Eko Budi Hartono yang hadir dalam kegiatan itu juga berharap film karya guru tersebut dapat dipakai dalam pembelajaran di semua jenjang.

"Saya sangat gembira di Banjarnegara menghasilkan karya-karya film yang sangat bagus untuk pembelajaran. Harapan saya, mudah-mudahan ini dapat dipakai untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, agar siswa meningkat kemampuan literasi dan karakternya," harap Eko.

Eko menjelaskan, program POP akan dijalankan selama tiga tahun, hingga tahun 2023. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 100 Ormas dan 7.567 sekolah sasaran di Indonesia.

"Mas Menteri ingin, praktik baik dalam pengelolaan pendidikan yang selama ini dijalankan Ormas seperti YSMI di Banjarnegara, dapat diterapkan di semua sekolah di Indonesia," tandas Eko.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS