Home Sumbagsel PMK Masuk ke 3 Wilayah di Sumsel, Muba Batasi Hewan Ternak dari Luar

PMK Masuk ke 3 Wilayah di Sumsel, Muba Batasi Hewan Ternak dari Luar

Sekayu, Gatra.com --Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak terutama pada sapi kini mulai menyebar ke sebagian wilayah Sumatera Selatan (Sumsel). Tercatat ada tiga wilayah di provinsi ini dilaporkan sudah terindikasi masuknya wabah tersebut.

Adapun ketiga daerah tersebut yang terindikasi ditemukan penyakit antaranya Kota Lubuk Linggau, Kabupaten Ogan Komering Ilir, dan Musi Rawas dengan temuan tujuh dari delapan sapi yang diperiksa positif terkena penyakit kuku dan mulut.

Mengantisipasi hal tersebut, Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sudah melakukan pencegahan persuasif agar wabah yang semula menjangkiti ternak sapi di Jawa Timur ini tidak masuk ke wilayah kabupaten Muba.

Kepala Dinas TPHP, Ir Thamrin melalui Kabid Kesehatan Hewan Muslim mengatakan, pihaknya telah memperketat pengawasan terhadap hewan ternak yang masuk ke Muba.

"Kita juga sudah monitoring beberapa peternakan, baik itu sapi dan kambing guna memastikan wabah ini jangan sampai ke tempat kita," ujarnya Jumat (20/5).

Menurutnya, sejauh ini belum ada temuan jika hewan ternak di Muba terjangkit PMK. Kendati demikian pihaknya tetap harus waspada dan mewanti-wanti para peternak untuk selalu berhati-hati dan mengenali gejala penyakit ini pada hewan.

Pihaknya terus memberikan sosialisasi dan mengimbau para peternak maupun pedagang daging agar tidak dulu menerima hewan atau daging dari luar Muba.

"Dari informasinya, penularan ini sangat cepat. Satu ekor saja yang terindikasi kena PMK maka akan cepat menular ke ternak lainnya," jelasnya.

Terkait upaya vaksin sendiri, Dinas TPHP Muba masih menunggu instruksi dan ketersediaan vaksin dari provinsi. Karena sampai saat ini memang belum tersedia.

"Kalau untuk hewan kurban, sejauh ini stoknya sudah ada dan dipastikan aman," ungkapnya.

Sebelumnya Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Selatan (Sumsel) menyatakan bahwa adanya PMK tak mempengaruhi untuk hewan kurban.

"Kebutuhan hewan kurban di Sumsel setiap tahunnya berkisar 7 ribu hingga 8 ribu khusus untuk sapi, dan stoknya sudah cukup," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel Ruzuan Efendi.

Ruzuan mengatakan, untuk saat ini yang sudah terdata ialah di Ogan Ilir ada 1.500 sapi, OKU Timur ada 2 ribu sampai 3 ribu sapi dan OKU ada ratusan sapi, sertanya sisnya masih dalam pendataan.

"Kita mengajak pada seluruh masyarakat untuk melakukan pengendalian secara dini dengan melakukan penyemprotan dan sanitasi yang baik," katanya

Menurutnya, sudah ada penanganan persuasif yang dilakukan oleh Pemprov Sumsel melalui surat edaran dan instruksi kepada 17 kabupaten/kota. Nantinya juga akan ada Satgas yang dibentuk untuk meminimalisir penyebaran wabah kian meluas di Sumsel.

Pihaknya, juga sudah meminta vaksin ke Kementerian Pertanian untuk mengantisipasi wabah. Jika vaksin sudah tiba , maka akan ada vaksinasi massal di seluruh Kabupaten/Kota.

"Vaksin ini dikhususkan di daerah yang populasi sapinya banyak dan hewan yang akan dijual untuk hari raya kurban. Kita belum tahu kapan vaksin akan datang, karena itu juga masih impor," tutupnya.

1138