Home Milenial Perputaran Karyawan Setelah Idulfitri Tinggi

Perputaran Karyawan Setelah Idulfitri Tinggi


Jakarta, Gatra.com- Perusahaan di Indonesia cenderung mengalami perputaran karyawan pada minggu-minggu setelah liburan Idul Fitri dan sebuah studi dari LinkedIn yang dirilis sebelum pandemi menunjukkan bahwa 1 dari 10 karyawan Indonesia berganti pekerjaan setelah Hari Raya Idul Fitri.

Fenomena ini menjadi sebuah tantangan yang cukup berat bagi perusahaan untuk mempertahankan karyawan mereka. “Selama pandemi, kami telah melakukan yang terbaik untuk mendukung perusahaan dengan mencoba membantu mengatasi beberapa masalah terbesar mereka termasuk tingkat perputaran dan retensi karyawan," ungkap CEO Wagely, Tobias Fischer dalam konferensi pers virtualnya, Jumat (19/5).

Dua tahun terakhir merupakan masa yang tidak mudah bagi perusahaan di seluruh dunia. Survei Mercer menemukan bahwa sebagian besar perusahaan di Asia Tenggara termasuk Indonesia mengalami tingkat perputaran karyawan yang lebih tinggi, terutama pada tingkat karir menengah jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Dengan 55% perusahaan menyatakan ketidakpuasan karyawan terhadap gaji sebagai penyebab utama, diikuti oleh kemampuan karyawan untuk mendapatkan benefit yang lebih baik di perusahaan lain sebesar 46%.

"Solusi benefit karyawan kami memperkuat ikatan antara perusahaan dan karyawan mereka, sehingga hasilnya karyawan bertahan lebih lama, lebih terlibat, dan lebih puas dengan pekerjaan mereka,” ujar Tobias.

Meskipun perkembangan program benefit karyawan telah membuat langkah yang mengesankan dalam beberapa tahun terakhir, program tersebut masih jauh dari yang diharapkan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja saat ini.

Karyawan tahu apa yang mereka harapkan dari tempat kerja mereka, tetapi masih banyak perusahaan yang terus menawarkan benefit tradisional alih-alih memenuhi kebutuhan mereka.

Akibatnya, perusahaan tidak hanya kehilangan talenta terbaik dengan tidak memberikan benefit yang tepat, tetapi karyawan juga menjadi semakin tidak termotivasi dan tidak bahagia dengan pekerjaan mereka.

“Di saat kami bekerja dengan para pemimpin HR dari banyak perusahaan besar yang mempekerjakan ribuan pekerja, kami menemukan bahwa teknologi EWA kami secara signifikan mengurangi tingkat perputaran karyawan, meningkatkan produktivitas, serta memiliki dampak dalam menarik dan merekrut talenta hebat," jelas Tobias.

Selain itu, lanjut dia, teknologi ini juga membantu karyawan mereka menghindari pinjaman dengan bunga yang sangat tinggi. "Sekaligus membantu perusahaan mengurangi kasbon sehingga arus kas meningkat dan beban administrasi bisnis berkurang,” tambah Tobias.

Salah satu mitra wagely yang telah menerima dampak positif dari menyediakan benefit ini adalah Mustika Ratu yang juga merupakan pemenang Indonesia HR Awards 2021. Pendaftaran ke aplikasi wagely telah berhasil dicapai oleh Mustika Ratu sebesar 100% disertai dengan 98% pemanfaatan aplikasi.

Lebih lanjut, implementasi wagely sebagai program benefit turut berkontribusi dalam mengurangi perputaran karyawan. “Di Mustika Ratu, kami selalu mencari cara untuk membuat karyawan kami bahagia, dan bermitra dengan wagely adalah salah satunya," kata CFO Mustika Ratu, Jodi Andrea Suryokusumo.

Jody menyebut bahwa perusahaan telah melihat penurunan dalam perputaran karyawan dan peningkatan produktivitas selama kemitraan terjalin. "Ada juga peningkatan dalam jumlah lamaran pekerjaan, karena kami menyebutkan di iklan lowongan bahwa kami menawarkan program benefit EWA, yang ternyata menghasilkan peningkatan besar dalam jumlah lamaran yang kami terima,” ujar Jodi.

149