Home Lingkungan Komitmen Atasi Perubahan Iklim, CEO RMU Raih Anugerah 2022 Global Impact Award

Komitmen Atasi Perubahan Iklim, CEO RMU Raih Anugerah 2022 Global Impact Award

Jakarta, Gatra.com- Chief Executive Officer PT Rimba Makmur Utama (RMU), Dharsono Hartono memperoleh anugerah 2022 Global Impact Award dari YPO (Young Presidents’ Organisation). “Merupakan sebuah kehormatan bagi kami untuk menerima 2022 Global Impact Award," kata CEO RMU Dharsono Hartono dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/5).

Sebagai informasi, YPO adalah sebuah organisasi yang beranggotakan lebih dari 30.000 Chief Executive di 142 negara. Sedangkan Global Impact Award merupakan penghargaan tertinggi bagi anggota YPO yang dinilai memberikan dampak berkelanjutan dan terukur bagi masyaraka atau para pemangku kepentingannya.

Adapun RMU adalah Nature-Based Solution Enterprise (perusahaan yang berkontribusi pada penurunan emisi karbon melalui solusi berbasis alam) yang memulai dan mengelola Katingan Mentaya Project (KMP).

Yakni sebuah pendekatan usaha restorasi dan konservasi ekosistem hutan gambut seluas 157,875 hektar di Kalimantan Tengah melalui Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH).

Ia bercerita bahwa saat mitra bisnisnya, Rezal Kusumaatmadja dan dia mendirikan RMU pada tahun 2007, mimpi besarnya adalah untuk membangun bisnis yang agenda utamanya menjaga planet dan ekosistem di dalamnya.

"Pada waktu itu, konsep Nature-Based Solution Enterprise  merupakan hal yang relatif masih asing di Indonesia," ujarnya Dharsono.

Bukan hal mudah mengimplementasikannya. "Hal tersebut membuat perjalanan kami tidak mudah. Saya bersyukur bahwa kini, 15 tahun kemudian, program-program kami di KMP telah membawa RMU semakin dekat  ke tujuan besarnya," jelas Dharsono.

Yakni mendukung pemerintah untuk menciptakan Indonesia dan dunia yang berkelanjutan. Melalui upaya untuk menanggulangi perubahan iklim melalui kerja sama dengan dengan masyarakat, pemerintah dan pemangku kepentingan lain.

Saat ini RMU bekerja sama dengan masyarakat serta unsur pemerintah desa di 35 desa di sekitar wilayah  konsesi. Menciptakan mata pencaharian alternatif yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal, meningkatkan perekonomian serta melakukan kegiatan edukasi dan peningkatan kapasitas di berbagai bidang.

Seperti cara bertani tanpa bakar dan tanpa bahan kimia, edukasi mengenai kesehatan dan kebersihan, nutrisi, kewirausahaan, serta berkontirbusi bagi pencapaian 12 tujuan UN SDGs.

KMP merupakan kegiatan konservasi terbesar di dunia ditinjau dari segi penurunan emisi karbonnya, yakni sebesar kurang lebih 7.5 juta ton CO2 per tahun selama 60 tahun masa konsesi, atau setara dengan menghilangkan emisi yang dikeluarkan oleh 2 juta mobil per tahun.

CEO YPO Xavier Mufraggi menambahkan, apa yang dilakukan oleh Dharsono menjadi inspirasi bagi semua di YPO. "Bukan saja menciptakan dampak positif bagi lingkungan, mereka juga berupaya mencari dan membangun solusi jangka panjang untuk masyarakat setempat, serta berupaya membangun pemimpin dan wirausaha-wirausaha baru,” pungkasnya.