Home Kalimantan Ketua DPRD Kalsel: Kerbau Bisa Penuhi Kekurangan Sapi Kurban

Ketua DPRD Kalsel: Kerbau Bisa Penuhi Kekurangan Sapi Kurban

Banjarmasin, Gatra.com - Di tengah merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Indonesia termasuk di Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam satu bulan terakhir, timbul rasa kekhawatiran di masyarakat untuk mendapatkan hewan sapi dan kambing kurban yang sehat untuk Iduladha 1443 H.

Kekhawatiran itu juga disampaikan Ketua DPRD Kalsel, Supian HK. Menurutnya, dengan dihentikannya sementara pengiriman sapi dari Jawa Timur ke Kalsel untuk mencegah penularan PMK, maka Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalsel harus dapat memastikan ketersediaan hewan kurban agar masyarakat yang mau berkurban bisa tenang, tidak khawatir atau merasa kesusahan dalam mendapatkan sapi dan kambing yang sehat untuk ibadah kurban.

"Setiap Iduladha, masyarakat kita memerlukan banyak sekali hewan kurban terutama sapi. Karena sapi dari Jatim disetop pengirimannya ke Kalsel, maka Dinas terkait dalam hal ini Disbunnak Kalsel harus memastikan ketersediaan sapi di Kalsel," ujar Supian HK kepada Gatra.com, Selasa (24/5).

Dia katakan, untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban, Disbunnak dan dinas terkait bisa mencari alternatif lain misalnya menyediakan hewan kerbau untuk memenuhi ketersediaan sapi apabila masih kurang.

"Meskipun populasi kerbau rawa saat ini terus menyusut, namun saya kira masih bisa untuk menutupi kebutuhan hewan kurban di Kalsel," ucapnya.

Supian mengingatkan, penyebaran PMK di Kalsel harus segera ditanggulangi dengan kolaborasi dinas terkait sehingga penyebarannya bisa dikendalikan. "Kita harapkan penyebaran PMK di Kalsel tidak seperti Covid-19. Peran masyarakat juga sangat kita harapkan. Kalau ada PMK di kampungnya, segera laporkan," pintanya.

Dalam waktu dekat, beber Supian, wakil rakyat yang duduk di Komisi IV DPRD Kalsel akan turun ke daerah-daerah yang diindikasikan rawan PMK. "Kita akan turun ke lapangan memantau secara langsung sekaligus menyerap aspirasi masyarakat," ujarnya.

Supian juga mengimbau kepada peternak sapi atau kambing yang terkena PMK untuk tidak menjual dengan harga murah. "Kita pikirkan juga sapi atau kambing yang terkena PMK bisa dibeli pemerintah agar peternak tidak rugi," cetusnya.

Ia mengharapkan agar masyarakat Kalsel tidak khawatir dalam mengkonsumsi daging sapi dan kambing karena PMK tidak menular ke manusia. "Kita yakin pemerintah provinsi dan kabupaten kota sangat tanggap dalam mengatasi penyebaran PMK di Banua," ucapnya.