Home Hukum Berencana! Pembunuhan Siswi SMP, Tersangka Berbisik Akan Bunuh Korban

Berencana! Pembunuhan Siswi SMP, Tersangka Berbisik Akan Bunuh Korban

1131

Kebumen, Gatra.com- Untuk melengkapi berkas penyidikan, Satreskrim Polres Kebumen, Jawa Tengah, menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan seorang remaja perempuan berusia 14 tahun, Selasa (24/5/2022). Peristiwa pembunuhan itu sempat viral di media sosial karena mayat korban, sebut saja Gadis X, ditinggalkan begitu saja oleh tersangka pembunuhnya.

Dua tersangka yaitu RK (17) dan HS (15) menjalani rekonstruksi didampingi oleh penasihat hukumnya. Ada pula Jaksa dari Kejaksaan Negeri Kebumen ikut dalam rekonstruksi.

Kapolres Kebumen, AKBP Burhanuddin melalui Kasat Reskrim, AKP Kadek Pande Apridya Wibisana, menjelaskan bahwa, rekontruksi digelar untuk melengkapi berkas penyidikan. "Kami melakukan rekontruksi untuk mengetahui kebenaran dan tindak tanduk dari para tersangka," jelas AKP Kadek.

Rekontruksi dimulai dari korban yang saat itu masih duduk di kelas VII, menunggu para tersangka di sebuah warung angkringan dekat tugu Kutowinangun, lalu bertiga pergi ke Waduk Wadaslintang.

Korban dibonceng menggunakan sepeda motornya oleh tersangka RK yang merupakan warga Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo, mengendarai sepeda motor korban.

Saat perjalanan dari Kutowinangun ke Waduk Wadaslintang, korban dan tersangka RK, sepanjang perjalanan terlibat cek-cok karena tidak terima dibonceng dengan ugal-ugalan. Setelah tiba di warung kopi di Waduk Wadaslintang pun keduanya masih cekcok, bahkan korban sempat memukul perut tersangka RK.

Pada adegan selanjutnya, atau adegan nomor lima, tersangka RK berbisik ke HS jika akan membunuh korban. Lalu, tersangka RK mengajak HS dan korban ke Bendungan Pejengkolan untuk memuluskan niat membunuh korban.

Korban kembali dibonceng RK, bertiga beriringan menuju Bendungan Pejengkolan, namun setelah tiba karena sudah malam ditegur petugas Satpam lalu bertiga pergi.

Pada adegan nomor delapan, mereka bertiga menemukan tempat toilet umum di Obwis Ketekan, Desa Kebapangan, Kecamatan Poncowarno, lalu korban diperkosa tersangka RK. Saat perkosaan, HS bertugas menjaga pintu WC untuk memastikan situasi aman.

HS meninggalkan korban dan tersangka RK menuju ke Pasar Manisan, Desa Kaliputih, Kecamatan Alian. Saat ditinggal HS, tersangka RK melakukan aksi kejinya menganiaya korban hingga harus meregang nyawa. Lokasi pembunuhan kurang lebih berjarak 1 kilometer dari toilet umum.

Setelah dipastikan meninggal, korban ditinggal dengan posisi wajah ditutup dengan jaket hoodie. Adegan meninggalkan korban, adalah adegan terakhir atau adegan nomor 19.

Dari rekontruksi ini pula ada beberapa perubahan keterangan hasil pemeriksaan awal. Tersangka RK yang semula mengatakan jika pembunuhan dilakukan saat berhubungan badan, namun pada rekontruksi ini korban diajak berhubungan dahulu lalu dibunuh.

Bahkan jika dilihat dari RK yang memberitahu HS akan membunuh korban, patut diduga, remaja pengangguran itu telah merencanakan aksi biadabnya.

Sementara itu, Kasubsi Penmas Aiptu S Catur Nugraha menambahkan, rekontruksi perlu dilakukan untuk kepentingan penyidikan, agar tersangka segera mendapatkan haknya untuk disidangkan. Sedangkan para korban mendapatkan keadilan.

"Para tersangka kooperatif melakukan adegan rekontruksi yang digelar oleh Sat Reskrim Polres Kebumen," kata Aiptu Catur.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS