Home Teknologi Perbedaan Ertiga Hybrid Lama dan Baru

Perbedaan Ertiga Hybrid Lama dan Baru

535

Jakarta, Gatra.com - Rencana peluncuran Suzuki Ertiga Hybrid tinggal menghitung hari. PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) sekali lagi menawarkan varian hybrid setelah sebelumenya pada Ertiga generasi pertama meluncurkan Ertiga Diesel Hybrid.

Pada saat Ertiga Diesel Hybrid diluncurkan 2016, tidak ada rival dikelasnya yang menawarkan teknologi hybrid. Selain menjadi yang pertama dikelas LMPV, Ertiga Diesel Hybrid menjadi salah satu yang pertama mengkombinasikan Diesel dan Hybrid di Indonesia.

Mobil yang didatangkan secara utuh dari India menggunakan mesin berkode D13A. Mesin diesel Multijet 1.3 ini dikembangkan Suzuki bersama Fiat dan General Motors. Tenaga yang dihasilkan mesin berkapasitas 1.248 cc tersebut mencapai 65kW pada putaran mesin 4.000 rpm. Sementara torsi maksimumnya, tembus hingga 200 Nm / 1.7500 rpm. Tenaga tersebut selanjutnya disalurkan melalui sistem transmisi manual 5-percepatan ke roda depan.

Dengan teknologi Diesel Direct Injection System (DDIS), kompresi yang dihasilkan mobil ini cukup besar, yakni 17,6:1. Saat itu Suzuki mengklaim konsumsi bahan bakar Ertiga Diesel dapat tembus 22,6 km/liter.

Meskipun banyak peminatnya, penjualannya hanya sampai awal 2018. Salah satu faktor adalah mesin ini akan berfungsi optimal jika menggunakan bahan bakar diesel kualitas tinggi yang saat itu belum terdistribusi merata diseluruh negeri. Namun alasan terbesar adalah kelahiran Ertiga generasi kedua April 2018.

Ertiga Hybrid generasi kedua diperkenalkan di India April 2022 lalu. Ertiga hybrid terbaru menggunakan mesin bensin bukan diesel. Suzuki menyiapkan dua tipe mesin hybrid. Yang pertama K15C Smart Hybrid. Mesin berkapasitas 1462 cc ini memiliki rasio kompresi 12:1. Dari mesin berukuran kompak ini bisa dihasilkan daya maksimal 75,8kW/6000rpm dengan torsi 136,8 Nm pada 4400rpm.  Teknologi yang ditanamkan seperti idle Start Stop, Brake Energy Regeneration dan Torque assist. MPV berpenggerak roda depan ini menggunakan transmisi 6AT dan 5MT.

Efisiensi bahan bakar untuk mesin ini adalah 20,51 km/liter untuk tipe manual dan 20,30km/liter untuk tipa automatic ketika digunakan oleh Ertiga. Nilai efisiensi bahan bakar ini dirilis oleh MarutiSuzuki India.

Mesin kedua adalah menggunakan kode K15B Smart Hybrid juga menggunakan bahan bakar bensin. Seperti mesin K15C Smart Hybrid, fitur yang ditanamkan adalah fungsi idle start-stop, brake energi regenaration dan fungsi torque Assist Mesin ini memproduksi tenaga lebih besar dari K15C Smart hybrid yaitu mencapai 77kW/6000rpm dan torsi 138Nm/4400rpm.

Efisiensi bahan bakar mencapai 20.65km/liter untuk tipe manual dan 20.04 untuk tipe automatic. Pengujian dilakukan pada Suzuki Ciaz. Di India mesin ini digunakan Suzuki Ciaz, S-Cross dan Vitara Brezza. Tidak seperti K15C Smart Hybrid, K15B Smart Hybrid menggunkan dua baterai salah satunya baterai Li-on. Kemungkinan Suzuki Ertiga Hybrid yang dipasarkan di Indonesia menggunakan mesin ini juga.

Jantung dari teknologi hybrid Suzuki, baik versi diesel maupun bensin adalah ISG (Integrated Stater Generator). ISG menggantikan fungsi alternator namun memiliki fungsi yang beragam mulai dari mematikan dan menghidupkan mesin, membantu mesin saat akselerasi dan pengaturan recharging kedua baterai.

Beberapa fungsi yang dikendalikan ISG:

Brake Energy Regeneration: ISG mengubah energi kinetik dari pengeram dan deselarsi menjadi energi listrik dan kemudian menyimpannya dalam baterai. Energi ini nantinya dimanfaatkan kembali untuk menghidupkan mesin juga dalam membantu mesin saat akselerasi.

Idle Stop-Start Function: Fitur ini mematikan mesin saat mesin dalam kondisi idle/mobil diam tidak bergerak. Berkat sistem belt, ISG bisa menghidupkan mesin dengan cepat dan senyap. Fitur ini membantu menghemat bensin saat di lampu merah atau kemacetan.  Saat mesin mati,  seluruh komponen elektrikal yang berada di dalam kabin seperti head unit, instrument cluster, Multi Information Display, power window dan lampu kabin akan tetap berfungsi berkat pasokan listrik dari Lithium-Ion Battery 6Ah, sedangkan AC dan lampu ekterior juga tetap aktif lewat pasokan listrik dari Lead Acid Battery 55Ah sehingga pengendara dan penumpang pun akan tetap merasa nyaman. Peran ISG akan kembali bekerja secara halus untuk menyalakan mesin dengan otomatis ketika pengendara melepaskan injakan kaki di pedal rem (untuk mobil bertransmisi otomatis) atau pedal kopling (untuk mobil bertransmisi manual) sehingga mobil dapat kembali digunakan untuk berakselerasi. 

Torque Assist Function: Energi listrik yang disimpan di baterai digunakan sebagai motor untuk membantu mesin saat akselerasi. Hasilnya, beban mesin ICE berkurang saat mesin menambah kecepatan. 

Suzuki berharap kendaraan dengan teknologi ini nyaman digunakan saat berkendara di kondisi jalanan yang macet, karena saat macet, pengereman dan pergerakan mesin mobil akan berubah menjadi energi listrik yang tersimpan di dalam baterai.

“Saat ini industri otomotif sudah memasuki era elektrifikasi. Oleh karena itu, Suzuki mengenalkan teknologi elektrifikasi Suzuki Smart Hybrid yang lebih modern, efisien, kompak, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Suzuki Smart Hybrid adalah teknologi yang kami yakini bisa diserap dengan baik oleh pasar,” terang Donny Saputra, 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales beberapa waktu lalu.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS