Home Hukum Polres Purbalingga Tangkap Pria Pelaku Pencabulan dan Penyekapan Anak

Polres Purbalingga Tangkap Pria Pelaku Pencabulan dan Penyekapan Anak

1107

Banyumas, Gatra.com – Personel Polres Purbalingga, Jawa Tengah menangkap pria diduga melakukan penyekapan dan pencabulan terhadap anak perempuan berusia 12 tahun. Saat ditangkap, rumah terduga pelaku AS (63) di Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga sudah dikepung warga.

"Kami melakukan pengamanan terhadap rumah, korban maupun pemilik rumah. Kami langsung bawa keduanya ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan kesehatannya," kata Kapolres Purbalingga, AKBP Era Johny Kurniawan, dalam keterangannya, Jumat malam (27/5).

Polisi menemukan anak itu di rumah dalam kondisi berpakaian lengkap tapi ditutupi kain sarung. Terkait dugaan pencabulan, polisi masih mendalami. Anak tersebut masih di bawah umur, oleh sebab itu, polisi menerapkan Undangan Undangan Perlindungan Anak.

Usai penangkapakan, kata dia, Polres Purbalingga memeriksa saksi, korban maupun pelaku. Selain penyelidikan, polisi juga memberikan pendampingan psikologi terhadap anak tersebut.

"Terkait informasi penyekapan yang beredar terkait anak tersebut diikat dan sebagainya, secara fisik dari hasil pemeriksaan tidak ada tanda tersebut. Mereka ditemukan berada di rumah berdua," jelasnya.

Dia menjelaskan, kasus ini bermula dari warga yang kehilangan anaknya. Polisi bersama SAR BPBD Kabupaten Purbalingga dan warga mencari anak tersebut ke sungai dan setiap sudut desa. Namun hingga Kamis petang (26/5), tim pencari belum menemukan anak yang hilang.

Tim memutuskan melanjutkan pencarian esok harinya. Namun pada malam itu warga mendapat informasi keberadaan anak yang hilang di rumah AS.

"Pada pukul 20.30 WIB karena belum ditemukan, pencarian rencananya akan dihentikan dan dilanjutkan pagi harinya. Namun pada saat itu, diperoleh informasi anak hilang sudah ditemukan di salah satu rumah warga," ucap dia.

Tanpa dikomando, sontak warga ramai-ramai menggeruduk rumah AS. Namun sebelum sampai terjadi amuk massa, polisi datang ke lokasi. Polisi datang saat warga berkumpul di sekitar rumah AS. Petugas kemudian mengevakuasi anak tersebut termasuk pemilik rumah.

"Kami terapkan Pasal 81 ayat (2) UU RI Nomor 27 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 287 KUHP. Ancaman hukumannya minimal lima tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara," tandasnya.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS