Home Internasional Iran Pamerkan Pangkalan Drone Muat Rudal Dibawah Tanah

Iran Pamerkan Pangkalan Drone Muat Rudal Dibawah Tanah

5342

Teheran, Gatra.com - Tentara Iran memamerkan sejumlah pesawat tanpa awak mengangkut rudal – namun tidak menjelaskan lokasi yang tepat – disebuah pangkalan bawah tanah, yang disebutkan sebagai markas militer drone. 

Reuters, Sabtu (28/5) melaporkan media pemerintah menyebut bahwa tindakan Iran itu dilakukan di tengah ketegangan yang memanas di Teluk.

TV pemerintah mengatakan tercatat ada 100 pesawat tak berawak disimpan di jantung pegunungan Zagros, termasuk Ababil-5, yang katanya dilengkapi dengan rudal Qaem-9, versi udara-ke-permukaan AS Hellfire buatan Iran.

“Tidak diragukan lagi drone angkatan bersenjata Republik Islam Iran adalah yang paling kuat di kawasan itu,” kata komandan militer Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi. 

“Kemampuan kami untuk meningkatkan drone tidak dapat dihentikan,” tambahnya.

Koresponden TV pemerintah Iran mengatakan bahwa dia telah melakukan penerbangan helikopter selama 45 menit pada hari Kamis dari Kermanshah di Iran barat ke situs drone bawah tanah yang dirahasiakan. Sang koresponden diizinkan melepas penutup matanya hanya setelah tiba di pangkalan.

Tayangan TV menunjukkan deretan pesawat tak berawak yang dilengkapi dengan rudal di sebuah terowongan, yang dikatakan hanya beberapa ratus meter di bawah tanah.

Laporan TV itu muncul sehari setelah Pengawal Revolusi Iran menangkap dua kapal tanker Yunani di Teluk, sebagai pembalasan nyata atas penyitaan minyak Iran oleh Amerika Serikat dari sebuah kapal tanker yang ditahan di lepas pantai Yunani.

Pihak berwenang Yunani bulan lalu menyita Pegas berbendera Iran, dengan 19 awak Rusia di dalamnya, karena sanksi Uni Eropa. Amerika Serikat kemudian menyita kargo minyak Iran yang disimpan di atas kapal, yang rencananya akan dikirimkan ke Amerika Serikat
dengan kapal lain.

Pegas kemudian dibebaskan, tetapi penyitaan itu mememicu ketegangan dengan Iran dan kekuatan dunia berusaha untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir yang ditinggalkan oleh mantan Presiden AS Donald Trump, dengan menerapkan kembali sanksi terhadap Teheran.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS