Home Kebencanaan PMK Meluas, Tiga Sapi Mati dalam Sepekan

PMK Meluas, Tiga Sapi Mati dalam Sepekan

Blora, Gatra.com – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah (Jateng), terus mengganas. Sebanyak 3 sapi mati dalam sepekan terakhir karena positif PMK.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pangan Perikanan Pertanian dan Peternakan (DP4) Kabupaten Blora, Tejo Yuwono, mengatakan, kasus kematian terakhir terjadi pada Rabu malam (1/6). Satu ternak milik warga Desa Pengkolrejo, Kecamatan Japah, mati setelah dinyatakan positif PMK.

"Data terakhir masuk tadi malam untuk Pengkolrejo, untuk yang 2 lainnya itu tanggal 25 Mei dan 28 Mei kemarin. Itu sudah diobati, tapi tidak tertolong sehingga mati," kata Tejo kepada wartawan di kantornya, Kamis (2/6).

Tejo memaparkan, untuk sapi yang positif PMK, saat ini mencapai 10 ekor. Sementara suspect PMK sebanyak 354 ekor sapi. "Yang suspect ini memang masih mengarah jadi belum positif, karena belum ada hasil lab. Tapi kalau melihat ciri-ciri sakitnya yang mulutnya keluar busa dan kakinya luka, memang mengarah ke sana (PMK). Ini sudah tersebar di 16 kecamatan," ujarnya.

Menurut Tejo, pemerintah saat ini terus berupaya melakukan pencegahan agar PMK tidak semakin meluas. Salah satunya dengan memberikan imbauan kepada warga agar tidak membeli hewan baru.

"Karena kita tahu ya penyebaran inikan lewat udara. Jadi imbauan saya agar peternak tidak menambah hewan baru. Kemudian, lalu lintas orang yang masuk kandang juga harus diperlihatkan, karena jika banyak orang yang masuk dari kandang satu ke lain itu juga bisa menularkan," paparnya.

Selain itu, lanjut Tejo peternak juga diminta untuk menjaga kebersihan kandang untuk mengurangi risiko penularan. "Kalau disinfektan bagus, pengalaman hasil juga bagus. Disinfektan juga gak perlu mahal, kalau yang mahal itukan bisa Rp100 ribu per liter, bisa pakai gamping. Gamping direndam lalu disiramkan ke kandang-kandang itu juga bisa," katanya.

Tejo pun meminta kepada masyarakat untuk segera melapor kepada petugas jika mendapati hewan ternaknya mengalami sakit dengan tanda-tanda mengarah PMK.

"Imbauannya saya agar peternak lebih proaktif melapor ke petugas maupun Babhinsa Babhinkamtibmas jika sapinya ada yang sakit, agar segera kita tindaklanjuti. Karena kasus kematian, biasanya peternak tidak segera melapor sehingga tidak tertolong," ujarnya.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS