Home Sumbagsel Dongkrak PAD, Pasar Lemabang Palembang Mulai Ditata

Dongkrak PAD, Pasar Lemabang Palembang Mulai Ditata

Palembang, Gatra.com - Guna menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang akan segera menata Pasar Rakyat Lemabang dan sekitarnya agar tertib.

Namun, penataan pasar tersebut membutuhkan dana lebih dari Rp1 miliar. “Rencana penataan para pedagang pasar rakyat Lemabang merupakan bantuan CSR (Corporate Social Responsibility). Mereka saat ini sedang mendesain Pasar Lemabang agar lebih tertata,” ujar Wali Kota Palembang, Harnojoyo, Jumat (3/6).

Menurutnya, kini lapangan parkir digunakan oleh para Pedagang Kaki Lima (PKL). Berdasarkan laporan yang diterimanya, sbanyak 250 PKL tersebut akan ditertibkan dan ditata kembali agar tidak semrawut. Bahkan, hampir lima persen pedagang itu memiliki lapak maupun kios di dalam.

“Karena enggan untuk masuk, para pedagang ini akan ditertibkan kembali supaya lebih rapi, aman dan tertata,” katanya.

Dikatakannya, untuk estimasi dana penataan pasar, pihaknya tidak menerima bantuan berupa nilai, namun berupa bangunan. Dengan begitu, pemerintah kota setempat kini masih menunggu PT Pusri yang sedang mendesain Pasar Lemabang.

“Kalau estimasi dana penataan Pasar Lamabang sebesar Rp1 miliar lebih, kita hanya menerima bantuan berupa barang, Pusri yang desain. Mudah-mudahan setelah dibenahi akan meningkatkan PAD, kita juga mendorong perusahaan lain untuk bantuan penataan pasar-pasar lainya di Palembang,” ujarnya.

Di tempat sama, Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Palembang Jaya, Ahmad Rizal, mengatakan rencana yang akan ditertibkan yang di seberang yang rata-rata tidak memiliki lapak di dalam. Dimana, total lapak dan kios ada 450 dan pedagang yang berada di luar lokasi pasar sebagian besar memiliki lapak.

“Sebetulnya mereka itu ada yang punya lapak di dalam, tapi mereka lebih memilih di luar. Kita juga akan memberikan fasilitas lapak bagi pedagang yang memang tak punya lapak. Lokasinya di samping kanan pasar dan depan pasar,” katanya.

Dijelaskannya, fasilitas yang akan diberikan tersebut dinilai juga akan berdampak kepada PAD Palembang. Pasalnya, untuk pedagang di luar itu tidak masuk retribusinya dan pihaknya pun tidak mengetahui siapa yang mengambilnya. Karena itu, Dinas Perdagangan dan PD Pasar Palembang Jaya memiliki inisiatif untuk memfasilitasinya.

Dengan fasilitas yang akan diberikan tersebut, sambungnya, pihaknya akan memanfaatkan biaya retribusi untuk PAD. Untuk retribusi tetap sama sesuai Perwali, untuk harian sebesar Rp5.000.

“Artinya kan yang akan untung Kota Palembang. Bayangkan saja, kalau seandainya mereka 150 pedagang, jika kita tarik Rp5.000 per hari kan lumayan untuk tambahan PAD,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Palembang, Raimon Lauri, menjelaskan sejauh ini pihaknya masih mencari lokasi baru untuk para pedagang di Pasar Lemabang tersebut.

“Untuk konsep memang masih belum bisa kita sampaikan, karena ini masih dalam bentuk perencanaan dan belum final. Pastinya, nanti para pedagang yang berada di pinggiran akan kita tertibkan. Namun akan kita siapkan dahulu sarana prasarana atau tempatnya terlebih dahulu,” katanya.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS