Home Teknologi PMK Ternak Merajalela, Kurban Digital Solusinya

PMK Ternak Merajalela, Kurban Digital Solusinya

Yogyakarta, Gatra.com - Penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak yang masih ditemukan menjelang Iduladha ini membuat umat Islam cemas untuk berkurban. Mengantisipasi hal itu, penggunaan teknologi untuk menghubungkan penjual dan pembeli hewan kurban di dunia digital dikenalkan.

Hal itu disampaikan CEO Qurban Qita, Muhammad Alvinal Amira saat meluncurkan marketplace QurbanQita.com di ajang Muslim Life Fest di Jogja Expo Center, Bantul, Jumat (3/6).

"PMK ini membuat pasar hewan kurban tutup. Tapi dengan marketplace ini penjual dan pembeli hewan kurban tidak perlu bertemu. Kita juga berharap penggunaan marketplace ini dapat meminimalkan wabah PMK," tuturnya.

Salah satu upaya pengendalian PMK itu adalah adalah penerapan zona dalam pembelian hewan kurban melalui marketplace tersebut. Peternak atau penjual hewan dapat mengoptimalkan pembelian dari kawasan terdekat.

Apalagi sejumlah pemerintah daerah memberlakukan pembatasan transaksi ternak dari wilayah lain. Marketplace Qurban Qita akan menentukan pembelian hewan kurban dari zona sekitar.

"Melalui zonasi ini, peternak meminimalkan pengiriman hewan ke luar kota. Tidak perlu mengirim ke luar wilayah yang jauh," ujarnya.

Alvinal menjelaskan, selama ini praktik transaksi hewan kurban kerap terjadi antar-wilayah, bahkan dengan jarak yang jauh. Hal ini karena pembeli mendatangkan hewan kurban dari penjual besar mengingat minimnya informasi.

Padahal di sekitar pembeli kadang terdapat penjual atau peternak hewan yang punya stok ternak tak kalah berkualitas. Dengan begitu, melalui marketplace, penjual-penjual hewan kurban skala kecil ini turut ketiban berkah Iduladha.

"Dengan model zonasi di Qurban Qita, peternak-peternak kecil di desa jadi bisa terbeli dan berkembang," kata Alvinal.

Ia menandaskan marketplace berbasis web buatan perusahaan teknologi informasi PT Fauz Sanjita Gemilang dari Surabaya ini membuat berkurban menjadi mudah dan nyaman.

Sejak dirintis satu tahun lalu, Qurban Qita menawarkan sejumlah fitur digital seperti Qurban Mandiri, Tabungan Qurban, Patungan Qurban, hingga Qurban Jumbo dan Combo ini.

Marketplace ini menggandeng sekitar 500 peternak dan 330 mitra si 110 kota dan kabupaten di Jawa dan Bali. Kurban digital ini pun dinyatakan sesuai syariat Islam dan aman dari pihak-pihak yang curang.

"Umat Islam juga tidak perlu ragu karena kami dibantu para ahli syariah dalam penentuan kriteria hewan dan akad dalam jual beli hewan kurban demi memenuhi syarat sah dalam transaksi kurban secara digital," ujarnya.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS