Home Sumbagsel Banyak Daerah Belum Digarap PLN, Pemkab Muba Andalkan Listrik dari PT MEP

Banyak Daerah Belum Digarap PLN, Pemkab Muba Andalkan Listrik dari PT MEP

Sekayu, Gatra.com - Penjabat (Pj) Bupati Musi Banyuasin (Muba) Apriyadi mendesak PT Muba Elektronik Power (MEP) serius menangani persoalan listrik di wilayahnya. Sebab hingga saat ini masih banyak wilayah di Bumi Serasan Sekate tersebut yang belum tersentuh jaringan listrik.

Terlebih banyak daerah belum menikmati listrik negara, terutama di beberapa kecamatan yang belum tersentuh perusahaan listrik negara (PLN). Maka itu adanya PT MEP yang merupakan BUMD ini bisa mengupayakan jaringan listrik yang belum ditangani oleh PLN.

"Harapan kami dengan berdirinya gedung baru PT Muba Elektronik Power ini, MEP harus bisa memberikan pelayanan prima, pelayanan yang lebih baik lagi bagi masyarakat khususnya pelanggan PT MEP di dalam wilayah Muba ini," ujar Apriyadi saat mengunjungi kantor PT MEP, Jumat (3/6).

Untuk memastikan kualitas pelayanan tersebut, dirinya memeriksa setiap ruang bangunan gedung PT MEP. Pada tinjauan ini, Apriyadi mengakui bahwa dirinya sudah mengakui segala fasilitas yang disediakan oleh pihak PT MEP.

"Hari ini saya sengaja meninjau langsung gedung PT MEP yang baru, saya pun sudah cek satu persatu fasilitas yang ada dan saya sangat apresiasi sekali dengan segala fasilitas ini, dan pastinya dengan gedung yang baru ini, harapan kita apa yang menjadi kendala PT MEP kemarin segera kita tuntaskan secepatnya," ungkap Apriyadi.

Sementara itu, Direktur PT MEP Augie Yahya Bunyamin, menyatakan siap memberikan pelayanan prima untuk masyarakat Muba.

"Kami bersama pak komisaris, Pak Rusli beserta seluruh manejemen dan staf PT MEP sudah bekerja sudah hampir satu setengah tahun dan sedang berbenah. Alhamdulilah harapan kami kemarin itu, baik dari Plt Bupati maupun pak Pj Bupati sampaikan kepada kami berdua agar perpindahan kantor ini lebih memicu kepada seluruh karyawan PT MEP untuk bekerja lebih baik lagi terutama dari sisi pelayanan," jelasnya.

Apalagi saat ini pembenahan khusus jaringan yang menjadi prioritas. Saat ini pihaknya sudah NOC, sudah memiliki call center jadi keluhan pelanggan lari ke satu pintu.

Selain itu dirinya juga menyampaikan bahwa pihaknya juga menanggapi aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat di Tungkal Jaya terkait keluhan listrik ini.

"Saya dan Pak Komisaris menanggapi mengenai isu peralihan dari pelanggan PT MEP kepada PLN. Itu sebetulnya konsep kami berdua semenjak hari pertama demo yang terjadi di Tungkal Jaya. Pak Rusli memerintahkan kepada saya untuk buat surat langsung kepada PLN untuk segera kalau ingin diambil alih oleh PLN monggo, dan suratnya jelas, lengkap dan administrasi kita juga lengkap," ungkapnya.

Lanjutnya, pihaknya sudah bersurat di tahun 2021 di bulan Maret, yang utamanya saran komisaris diserahkan saja dulu yang Tungkal Jaya kalau memang pihak PLN mau.

"Disana ada 16.000 ribu pelanggan. Kita sudah bersurat resmi artinya hubungan kami dengan PLN sangat baik, artinya kalaupun ada isu ingin peralihan dari pelanggan MEP kepada PLN itu bukan hal yang baru untuk kami ataupun untuk manajemen serta Staf keluarga besar PT MEP," tuturnya.

Dalam hal ini, pihak PT MEP sendiri legowo jika permintaan masyarakat untuk beralih ke PLN.

"Kami hanya mengelola MEP ini mencoba semaksimal mungkin, untuk memberikan pelayanan kepada pelanggan, kalau misalkan PLN dapat memberikan pelayanan yang bisa lebih daripada MEP ya kenapa tidak, ini suatu terobosan yang sangat baik yang perlu dilakukan oleh Pemda," ungkapnya.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS