Home Lingkungan Jokowi Nonton Formula E, Pakar UGM: BUMN Harusnya Dukung Kampanye Mobil Listrik

Jokowi Nonton Formula E, Pakar UGM: BUMN Harusnya Dukung Kampanye Mobil Listrik

Yogyakarta, Gatra.com - Kehadiran Presiden Joko Widodo pada ajang balap Formula E Jakarta, Sabtu (4/6), menunjukkan komitmen yang konsisten dalam mewujudkan transisi energi untuk memberikan kontribusi pencapaian zero emission.

Hal itu disampaikan pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi soal Formula E yang diklaim sebagai greensportaiment pertama di Indonesia.

"Konsep zero emission dalam ajang tersebut terwujud dari penggunaan kendaraan ramah lingkungan, peniadaan plastik sekali pakai, dan pembangunan sirkuit yang mengedepankan aspek lingkungan," katanya.

Menurut Fahmy, Formula E yang mengusung konsep sustainable merupakan salah satu kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya beralih ke kendaraan ramah lingkungan.

"Ajang ini sangat baik untuk membuktikan bahwa kendaraan listrik ramah lingkungan bisa digunakan di arena balap, serta membuktikan bahwa energi listrik yang digunakan di kendaraan bermotor juga aman," kata Fahmy.

Ia menjelaskan, kampanye ini sangat penting untuk mendorong migrasi dari kendaraan fosil ke kendaraan listrik.

Pasalanya, sektor trasportasi fosil menyumbang sebesar 24,64 persen emisi. Angka tersebut merupakan terbesar kedua setelah industri produsen energi 43,83 persen, disusul manufaktur dan konstruksi 21,64 persen, dan sektor lainnya sebesar 4,13 persen.

Menurut Fahmy, pemerintah sangat serius dalam membangun industri mobil listrik di Indonesia. Hal itu terlihat dari ketegasan Presiden Joko Widodo yang melarang ekspor nikel yang harus dihilirisasi menjadi bahan baku pabrik bateri, membangun pabrik baterai di Indonesia, hingga melakukan perbincangan serius dengan Elon Musk yang berpengalaman dalam industri mobil listrik.

"Pemerintah sangat serius untuk mengundang investor yang sudah berpengalaman. Meskipun Indonesia sudah memiliki pabrik baterai, kita butuh teknologi, dan harus belajar dari negara-negara yang telah berpengalaman seperti Amerika, Korea, Jepang," ujarnya.

Dalam konteks pembangunan keterkaitan industri kendaraan listrik itulah, kampanye penggunaan kendaraan listrik melalui penyelenggaraan ajang Forumla-E di Jakarta memberikan kontribusi sangat signifikan.

Sayangnya, tidak semua komponen bangsa mendukung penyelengaraan ajang internasional itu. BUMN, utamanya Pertamina dan PLN, seharusnya mendukung penuh penyelenggaraan Formula E.

"Tidak hanya untuk menyesukseskan penyelenggaraan ajang Formula E, tetapi juga untuk mendukung komitmen Joko Widodo dalam pembangunan keterkaitan industri kendaraan listrik untuk mewujudkan zero emission," kata dia.