Home Kebencanaan Pertengahan Juni Ini, Warga Pesisir Selatan Jawa Diminta Waspada Rob

Pertengahan Juni Ini, Warga Pesisir Selatan Jawa Diminta Waspada Rob

Cilacap, Gatra.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di pesisir selatan Jawa, mewaspadai potensi banjir rob akibat perigee atau fenomena jarak terdekat bulan ke bumi, pada 12-18 Juni 2022.

Pasalnya, pasang permukaan air laut ini diperkirakan lebih besar dibanding periode dampak perigee Mei lalu.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Rendy Krisnawan mengatakan gelombang pasang pada Juni yang lebih tinggi dibanding Mei lalu menyebabkan potensi dampak banjir rob lebih besar. Diperkirakan pada periode pekan kedua Juni nanti, gelombang setinggi tiga meter di perairan selatan dan antara 4-5 meter di lepas samudra.

“Kalau melihat potensinya kemungkinan lebih besar dibanding banjir rob kemarin. Karena ketinggian gelombangnya cukup tinggi,” katanya, Selasa (7/6/2022).

Meski diperkirakan lebih besar, namun dia menyebut banjir rob tidak seekstrem 2020 atau 2017 lalu. Pasalnya, saat itu gelombang laut setinggi enam meter sehingga meningkatkan tinggi maksimal rob.

Kondisi saat itu diperparah dengan faktor lokal dan regional lainnya, yakni hujan lebat yang menyebabkan banjir di sejumlah sungai di pesisir Cilacap dan pesisir selatan lain. Kombinasi berbagai faktor itu menyebabkan banjir rob berdampak lebih parah.

Rendy juga mengimbau agar masyarakat yang beraktivitas di laut maupun di kawasan pantai untuk mewaspadai potensi banjir rob tersebut. Sementara waktu, nelayan diimbau tidak melaut untuk mengurangi potensi kecelakaan akibat gelombang tinggi tersebut.

“Untuk wilayah perairan itu bisa mencapai tiga meter, untuk wilayah lepas pantai berpotensi 4-5 meter. Jadi, kemungkinan di wilayah pesisir (rob) akan lebih tinggi,” ucap dia.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS