Home Internasional Rusia Kerahkan Lebih Banyak Pasukan di Ukraina Timur

Rusia Kerahkan Lebih Banyak Pasukan di Ukraina Timur

Moskow, Gatra.com - Rusia mengklaim pada hari Selasa bahwa mereka telah menduduki sebagian besar wilayah timur Ukraina, setelah serangan bertubi-tubi selama berminggu-minggu dan pengerahan lebih banyak pasukan baru-baru ini.

Associated Press, Selasa (7/6) melaporkan, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan pasukan Moskow telah membebaskan 97 persen wilayah Luhansk.

Rusia tampaknya bertekad untuk merebut seluruh bagian timur Donbas Ukraina, yang terdiri dari wilayah Donetsk dan Luhansk. Tujuan itu akan menjadi ambisinya yang paling mendesak menuju Ukraina.

Di tengah pasukan Kremlin mengklaim memiliki daya tembak yang unggul, para pembela Ukraina — di antara mereka adalah pasukan paling terlatih di negara itu — mengatur startegi dan menunjukkan kemampuan untuk melakukan serangan balik.

Shoigu mengklaim bahwa pasukan Rusia telah merebut tempat tinggal Sievierodonetsk dan berusaha untuk menguasai zona industri di pinggirannya dan kota-kota terdekat.

Sievierodonetsk, pusat administrasi wilayah Luhansk, baru-baru ini menjadi fokus serangan Rusia.

Shoigu menambahkan bahwa pasukan Rusia menekan serangan mereka ke kota Popasna dan mencatat bahwa mereka telah menguasai Lyman dan Sviatohirsk serta 15 kota lain di wilayah tersebut.

Popasna adalah kota dengan populasi --sebelum perang-- sebanyak 20.000 orang, terletak sekitar 30 kilometer (hampir 20 mil) selatan Sievierodonetsk.

Seorang pejabat Ukraina mengatakan bahwa Moskow mengerahkan bala bantuan pasukan menuju Ukraina timur, sebagai serangan artileri Rusia, bertujuan menghancurkan pertahanan Ukraina.

Gubernur Luhansk Serhiy Haidai mengakui bahwa pasukan Rusia mengendalikan pinggiran industri Sievierodonetsk, salah satu dari dua kota di wilayah Luhansk, yang masih berada di tangan Ukraina.

“Pertempuran jalanan terberat terus berlanjut, dengan berbagai tingkat keberhasilan,” kata Haidai kepada The Associated Press. 

“Situasinya terus berubah, tetapi Ukraina menangkis serangan,” tambahnya.

Strategi Moskow dinilai mengalami banyak kemunduran, sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari, termasuk upaya yang gagal untuk merebut ibu kota Kiev.

Pasukan Moskow terus melancarkan serangan artileri ke Lysychansk, sebuah kota dekat dengan Sievierodonetsk yang hampir sepenuhnya dikendalikan pasukan Rusia.

Haidai mengatakan pasukan Rusia menembaki pasar lokal, sebuah sekolah dan gedung perguruan tinggi, menghancurkan yang terakhir. Tiga orang yang terluka dikirim ke rumah sakit di bagian lain Ukraina.

“Kehancuran total kota sedang berlangsung, penembakan Rusia telah meningkat secara signifikan selama 24 jam terakhir. Rusia menggunakan taktik bumi hangus,” kata Haidai.

Menurut Haidai, secara keseluruhan, pasukan Ukraina telah menangkis 10 serangan Rusia selama 24 jam sebelumnya. 

Laporannya tidak dapat diverifikasi secara independen.

Ukraina menerima senjata dan amunisi dari Barat untuk membantu menangkis serangan Rusia tanpa henti. Bantuan telah menjadi target artileri dan pesawat tempur Rusia.

Rusia mengklaim pasukannya mengambil dua sistem artileri yang diberikan oleh Amerika Serikat dan howitzer, yang dipasok Norwegia.

Mayor Jenderal Igor Konashenkov mengatakan rentetan artileri Rusia menghancurkan peralatan Ukraina lainnya di timur negara itu sementara angkatan udara Rusia menghantam pasukan Ukraina dan konsentrasi peralatan dan posisi artileri.

Klaim Konashenkov tidak dapat dikonfirmasi.

Di Kyiv, direncanakan otopsi akan dilakukan terhadap puluhan pejuang Ukraina yang tewas di pabrik baja Azovstal.

Mayat-mayat itu dikembalikan ke Ukraina oleh penjajah Rusia dari pabrik mirip benteng di kota Mariupol yang hancur. Itu merupakan tempat terakhir mereka dan menjadi simbol perlawanan terhadap invasi Moskow.

Resimen Azov adalah salah satu unit Ukraina yang mempertahankan pabrik baja selama hampir tiga bulan sebelum menyerah pada Mei, di bawah serangan Rusia tanpa henti melalui jalur darat, laut dan udara.

Tidak jelas berapa banyak mayat yang mungkin tersisa di pabrik.

126