Home Kalimantan PR Besar Lingkungan Hidup Kalsel, Sampah, Banjir, Reklamasi dan Karhutla

PR Besar Lingkungan Hidup Kalsel, Sampah, Banjir, Reklamasi dan Karhutla

Banjarbaru, Gatra.com - Pekerjaan Rumah (PR) besar bagi Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) tentang lingkungan hidup ternyata bukan hanya persoalan sampah. Banjir dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) juga menjadi PR besar yang harus segera ditanggulangi.

"PR besar selain sampah, bencana banjir dan karhutla. Ini menjadi momok penting bagi kita," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana kepada awak media disela memperingati Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2022 bertempat di halaman Kantor Setdaprov Kalsel, Selasa (7/6).

"Kemudian PR lainnya adalah, tutupan hutan dan lahan kritis. Karena itu Kolaborasi kita perlukan dengan Dinas Kehutanan yang notabene mengambil peran besar dalam upaya tutupan hutan dan DLH untuk tutupan lahan," bebernya.

Dia katakan, selain Dinas Kehutanan, Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) juga diharapkan perannya dalam mendorong pelaku usaha untuk melakukan percepatan reklamasi. "Dengan tambahan luasan tutupan hutan dan lahan, kita harapkan kualitas lingkungan hidup semakin berprogris menjadi lebih baik," ucapnya.

Dalam memperingati puncak hari lingkungan hidup sedunia, beber Hanifah, hendaknya dijadikan momentum untuk kita merefleksi kembali langkah dalam melakukan upaya pelestarian lingkungan. "Karena sejatinya kita berada di bumi ini menikmati semua apa yang ada disini semua hanyalah titipan, minjam dengan anak cucu. Maka kita kembalikan dengan kondisi yang baik, kalau perlu lebih baik," tegasnya.

Hanifah menghimbau kepada semua pihak agar terus melakukan upaya perlindungan untuk kelestarian lingkungan hidup dengan bersatu padu.

"Pemerintah, masyarakat, pegiat lingkungan dan lainnya mari bersatu padu untuk kelestarian lingkungan hidup kita," cetusnya.

Dia menyebut, kualitas air terutama di Sungai Martapura akan terus diupayakan labih baik lagi seiring diluncurkannya program Sungai Martapura Asri.

"Indeks kualitas air kita juga masih menjadi PR penting. Melalui program Sungai Martapura Asri kita harapkan kualitas air akan lebih baik. Diperlukan kerjasama dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Kabupaten Tabalong, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara dan Balangan juga akan mencontoh program ini," paparnya.