Home Regional Mahasiswa Kedokteran Diterjunkan Bantu Obati Sapi Terpapar PMK

Mahasiswa Kedokteran Diterjunkan Bantu Obati Sapi Terpapar PMK

Blora, Gatra.com - Puluhan mahasiswa dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya diterjunkan ke sejumlah desa untuk membantu menekan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Mereka bertugas melakukan pengobatan dan penyuntikan vitamin terhadap sejumlah sapi yang terindikasi terpapar PMK.

Salah satu mahasiswa, Rizki Indra mengatakan, dia bersama 30 mahasiswa lain disebar ke sejumlah desa untuk membantu mengobati sapi yang terjangkit PMK.

"Tujuannya mengurangi gejala agar sapinya sehat, harapannya bila tak mau makan bisa kembali makan," ucap mahasiswa fakultas kedokteran hewan tersebut saat berada di Desa Gempolrejo, Kecamatan Tunjungan, Rabu (15/6).

Dia menjelaskan,  tujuan penyuntikan vitamin dan antibiotik kepada hewan ternak agar mempunyai daya tahan tubuh yang baik. Sehingga hewan tidak gampang terkena virus.

"Pengobatannya kita suntik dengan vitamin dan kita semprotkan cairan betadine di bagian mulut. Ini untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah kena virus," ujarnya 

Ia menyebut hewan ternak yang bergejala PMK kemungkinan sembuhnya mencapai 95 persen.

"Bisa mencapai 95 persen, asalkan kalau ada gejala segera melapor ke petugas agar ditangani kemudian dibantu oleh peternak agar telaten merawat kesehariannya. Insya Allah bisa tertangani sekitar 7 hari," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (Kabid Keswan DP4) Kabupaten Blora, Tejo Yuwono mengungkapkan, berdasarkan data suspek PMK per 14 Juni 2022, jumlah kasus PMK sebanyak 877 ekor. Sapi yang dinyatakan sembuh sebanyak 370 ekor dan yang mati sebanyak 9 ekor.

"Kita update tiap pukul 12 siang. Jadi kita pakai data hasil laporan petugas per hari kemarin. Jadi memang jumlahnya terus mengalami kenaikan. Di Desa Gempolrejo ini tadi hasil laporan dari total 200 ekor ada seratus yang suspek PMK," katanya.

Pihaknya saat ini terus berupaya melakukan pengobatan awal terhadap sejumlah sapi yang dilaporkan suspek PMK. Ia meminta masyarakat segera lapor ke petugas jika melihat sapinya bergejala sakit agar segera mendapat penanganan.

"Kalau sapinya sakit segera lapor petugas. Jangan nunggu sampai parah, supaya segera ditangani dan tidak sampai mati," katanya.

1026