Home Pendidikan Pemerintah Harus Ikut Perkuat Sarana dan Prasarana SMK Swasta

Pemerintah Harus Ikut Perkuat Sarana dan Prasarana SMK Swasta

Semarang, Gatra.com - Wakil Ketua DPRD Jateng H Sukirman mengingatkan pemerintah agar tak menganaktirikan sekolah swasta. Termasuk dalam hal ini sekolah menengah kejuruan (SMK) yang saat ini tengah digencarkan untuk mendukung gerakan vokasi.

“Pemerintah perlu memperhatikan sarana dan prasarana SMK swasta, sehingga tidak ada kesenjangan yang lebar. Intinya, semua harus bisa mendapatkan pendidikan yang layak,” ujarnya, Kamis (16/6).

Tahun ini, lulusan siswa tingkat SMP sederajat sebesar 522.295 jiwa. Satu sisi, ketersediaan SMA/SMK Negeri hanya sebanyak 595 sekolah, atau hanya mampu menampung 217.781 siswa.

“Artinya masih ada dua ratusan ribu lebih yang bakal tidak akan bisa masuk ke SMA/SMK Negeri. Akhirnya banyak juga yang masuk ke sekolah-sekolah swasta, termasuk SMK nya,” kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Agar sama-sama mendapatkan pendidikan yang layak, kata Sukirman, maka perhatian ke sekolah swasta juga tak boleh diabaikan. “Karena nanti yang akan mendulang hasil, utamanya SDM, juga provinsi Jawa Tengah sendiri,” tegasnya.

Hingga kini, katanya, masih ada SMK yang terkendala minimnya sarana/pasarana untuk menunjang praktik. Dia pun meminta pemerintah provinsi untuk memperhatikan persoalan tersebut.

“Masih ada pekerjaan rumah bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menangani persoalan sarana dan prasarana yang seringkali menjadi problem sekolah,” terang Sekretaris DPW PKB Jateng ini.

Sukirman mencontohkan, dalam reses di Kabupaten Pekalongan beberapa waktu lalu, di SMK Ma’arif NU Doro itu dibuka 3 jurusan yakni perbengkelan motor, administrasi dan keuangan kantor, dan komputer.

Namun, sarana dan prasarananya masih sedikit seperti jurusan Perbengkelan tidak memiliki motor sebagai bagian dari praktik. Jurusan komputer mengalami kekurangan komputer di beberapa laboratoriumnya.

“Tentu ini harus menjadi perhatian pemerintah. Karena saat ini peminatnya sangat banyak,” ungkapnya.

Apalagi, lanjutnya, di kawasan Pekalongan, tepatnya di Kabupaten Batang, saat ini tengah dibangun Kawasan Industri. Keberadaan kawasan industri itu tentu membutuhkan orang-orang yang siap kerja dengan berbagai keahliannya.

“Anak-anak di Batang maupun sekitarnya, dan Jateng secara umum mesti siap merebut kesempatan itu. Man power harus benar-benar disiapkan dengan baik. Salah satunya dari anak-anak SMK tersebut,” bebernya.

Dengan memperkuat kurikulum maupun sarana dan prasarananya, baik itu SMK Negeri atau swasta, terang Sukirman, maka akan lahir SDM yang unggul dan merata.

“Ini akan menjadi aksi nyata pemerintah, bahwa Jateng juga sudah investasi SDM, untuk menyambut investor-investor yang akan berinvestasi di provinsi ini,” tandasnya.(ADV/Anf)