Home Internasional Tiga Warga Palestina Tewas dalam Operasi Tentara Israel di Tepi Barat

Tiga Warga Palestina Tewas dalam Operasi Tentara Israel di Tepi Barat

Jenin, Gatra.com - Tiga warga Palestina tewas Jumat pagi dan delapan lainnya terluka dalam operasi digelar pasukan Israel di Jenin, Tepi Barat yang diduduki. 

Kantor berita Palestina Wafa dikutip AFP, Jumat (17/6) melaporkan ketiga pria itu tewas ketika pasukan Israel --yang telah meningkatkan operasi mereka di daerah itu dalam beberapa bulan terakhir-- menembaki kendaraan yang ditumpangi orang-orang itu.

Menurut Wafa, bentrokan sedang terjadi di daerah itu pada saat kejadian.

Seorang fotografer AFP di tempat kejadian melihat mayat tiga pemuda di kamar mayat, serta sebuah kendaraan putih yang penuh dengan terjangan lubang peluru.

Tentara Israel mengatakan dalam sebuah pesan singkat dalam bahasa Ibrani bahwa mereka sedang melakukan operasi di Jenin untuk mencari senjata dari dua lokasi yang berbeda.

“Tentara sedang melakukan penembakan ketika mereka tiba di lokasi pertama dan membalas,” kata tentara.

Mereka menambahkan bahwa kendaraan yang mencurigakan juga terlihat di sisi jalan dalam perjalanan ke tempat selanjutnya.

"Tembakan diidentifikasi terhadap tentara yang menggagalkan rencana teroris yang menargetkan mereka," kata tentara Israel. Mereka mengaku menemukan senjata, termasuk dua senapan serbu M-16 dan peluru di lokasi bentrokan.

“Tentara Israel telah meningkatkan serangan di sekitar kamp Jenin Tepi Barat yang diduduki,” kata kubu faksi bersenjata Palestina.

Sebelumnya, Jurnalis Shireen Abu Akleh, seorang reporter TV terkemuka di Al Jazeera, ditembak mati bulan lalu di Jenin ketika dia sedang meliput operasi militer Israel.

Penyelidikan Palestina mengatakan reporter - yang mengenakan rompi anti peluru dengan tulisan "press" di atasnya dan helm sedang meliput ketika dia ditembak – penembakan sebagaimana digambarkan sebagai kejahatan perang.

Israel telah membantah tuduhan tersebut, dengan alasan bahwa kematiannya bisa saja dibunuh oleh seorang pria bersenjata Palestina, meski kemudian mengatakan bahwa tidak dapat mengesampingkan kemungkinan bahwa itu memang dari tentara Israel.