Home Politik Media Mainstream Dinilai Memiliki Peran Penting Suksesnya Pemilu

Media Mainstream Dinilai Memiliki Peran Penting Suksesnya Pemilu

Palembang, Gatra.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang, menganggap dalam suksesnya penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) tidak terlepas dari peran media mainstream.

Demikian itu disampaikan Ketua KPU Kota Palembang, Syawaludin pada media gathering bertajuk “KPU-Media Sukseskan Pemilu Serentak 2024” yang berlangsung di Gedung Demokrasi Lantai 3 Kantor KPU Kota Palembang, Jumat (17/6). Didampingi keempat komisioner lainnya, ia menjelaskan tahapan Pemilu 2024 mendatang.

“Kami (KPU Kota Palembang) menyadari bahwa media memiliki peranan penting dalam menyiarkan informasi kepada publik. Pers sendiri juga merupakan bagian dari demokrasi sekarang ini,” ujarnya.

Untuk sinergisme Pemilu 2024, pihaknya memberi ruang seluas-luasnya bagi media dalam menjalankan kerja jurnalismenya sehingga pesta demokrasi lima tahunan dalam berjalan dengan baik.

“Kami sudah mempersiapkan media center untuk memudahkan kawan-kawan wartawan saat melakukan liputan Pemilu yang akan datang,” ujar Kurniawan, Komisioner Divisi Sosialisasi dan Media KPU Kota Palembang.

Pada kesempatan ini, lembaga penyelenggara Pemilu tersebut menginput berbagai masukan bukan hanya dari kalangan media, melainkan juga dari Lembaga vertikal, seperti Bawaslu, KPID, KIP dan Dinas Kominfo Kota Palembang. “Mari bersama-sama mengawal Pemilu serentak 2024 di Kota Palembang,” imbuh Syawaludin.

Sementara, Muhammad Joni Divisi Teknis Pemilu menjelaskan, terkait tahapan Pemilu yang sudah ditiupkan oleh KPU RI beberapa hari lalu, ada 11 tahapan Pemilu sudah berlangsung sejak 14 Juni 2022 hingga Desember 2023.

Pasal 3 Peraturan KPU RI Nomor 3 Tahun 2022 tentang Tahapan dan Jadwal Pemilu, di sana disebutkan mulai rencana program, pemutakhiran data, pendaftaran, penetapan peserta dan seterusnya. “Saat ini, kami dalam sebulan sekali rutin melakukan pemutakhiran data, sambal menunjuk petunjuk teknis dari KPU RI,” terangnya.

Menurutnya, terkait pemutakhiran data pemilih, Kota Palembang dengan jumlah mata pilih mencapai 1,1 juta atau 30 persen dari total mata pilih di Sumsel, memiliki tantangan tersendiri yang jika tidak diurai dengan baik akan menjadi permasalahan di kemudian hari.

“Yang jelas kami selalu berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, terkait pemutakhiran data pemilih ini. Seperti data pemilih yang sudah meninggal namun namanya masih tercantum. Semestinya kan sudah tidak. Hal-hal demikian juga menjadi perhatian kami,” katanya.

147