Home Lingkungan Kesadaran Terhadap Sampah Tinggi, Nugie: Warga Harus Diberi Insentif dari Pemerintah

Kesadaran Terhadap Sampah Tinggi, Nugie: Warga Harus Diberi Insentif dari Pemerintah

Jakarta, Gatra.com - Sosok Nugie kini menjadi satu di antara sejumlah musisi yang giat sebagai aktivis lingkungan. Ia menilai, gerakan lingkungan di Indonesia sejatinya masih begitu kurang greget. Ini karena kurangnya komitmen dan kebijakan atau program yang terintegrasi.

Nugie melihat, kampanye sampah 3R, ruse atau menggunakan kembali sampah, reduce atau mengurangi, dan recycle yang artinya mengolah kembali, sudah digaungkan berpuluh-puluh tahun, tetapi belum ada perubahan signifikan.

"Kita menyaksikan sendiri hanya segelintir produsen yang mau melakukan kegiatan ini. Ini jadi sebuah patokan, ada komitmen, terintegrasi dari A-Z," kata Nugie dalam konferensi pers 'Sejuk Bersama Untuk Lingkungan' dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia bersama Le Minerale dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (17/6).

Penyanyi berusia 50 tahun itu mengakui telah memulai komitmen dari hal terkecil yang dilakukannya, misalnya memilah dan mendaur ulang sampah, hingga menggunakan barang sekali pakai.

Soal pemilahan sampah, Nugie bahkan sudah menyediakan tempat sampah khusus di luar rumahnya. Warga di sekitar rumahnya dipersilakan untuk turut membuang dan memilah sampah sesuai dengan tempatnya.

Pelantun 'Pelukis Malam' itu menyayangkan, aktivitas dan kesadaran warga ini justru belum dapat apresiasi dari pemerintah. Padahal, menurutnya, apresiasi seperti pemberian insentif sangat berguna dan bisa memantik semangat masyarakat untuk lebih peduli lingkungan.

"Ini belum ada keterbukaan. Masyarakat, dari keluarga, RT, kalau sudah memilah sampah, bisa dapat potongan. Misalya, langganan PLN (biaya listrik) dikurangi, atau potongan kebutuhan hidup lainnya. Ini berguna buat masyarakat, buat lingkungan," Nugie menjelaskan.

Acara tersebut dihadiri perwakilan Le Minerale, KLHK, dan sejumlah artis. Diskusi membahas beragam hal dalam pembenahan sampah atau lingkungan, hingga ekonomi sirkular dan pemilihan plastik kemasan besar.

Le Minerale pun mengklaim telah berhasil mencapai target pengurangan sampah produsen sebanyak 30% selama setahun. Ini sejalan dengan target dari pemerintah yang ingin mengurangi sampah produsen sebanyak 30% per 2030.

"Kami senang, gerakan ekonomi sirkular ini sudah berhasil. Kami bekerja sama dengan asosiasi bank sampah, dan lainnya. Banyak mitra yang digandeng untuk gerakan ini," ujar Direktur Le Minerale, Johan Muliawan.