Home Apa Siapa Serda PDK Maria Vanesa jabat Sekjen di Simulasi IMUN

Serda PDK Maria Vanesa jabat Sekjen di Simulasi IMUN

Jakarta, Gatra.com – Anggota Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) dan siswi Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) TNI Angkatan Laut (TNI AL) Khusus Kompetensi Penerangan, Serda PDK/W Maria Vanesa, menjadi sekretaris jenderal (Sekjen) dalam simulasi Konferensi International Model United Nations (IMUN).

Maria mendapuk jabatan tersebut dalam simulasi yang berlangsung di Universitas Atmajaya, Jakarta, pada tanggal15–19 Juni 2022. Adapun IMUN merupakan platform akademik dan forum simulasi Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang pesertanya akan berperan sebagai diplomat atau delegasi mewakili suatu negara.

Mereka melaksanakan kegiatan bermusyawarah untuk mencapai suatu konsensus membahas isu-isu global, sehingga forum ini dapat melatih kemampuan negosiasi, debat, critical and analytical thinking, serta public speaking.

Maria dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta pada Sabtu (18/6), menyampaikan, konferensi IMUN telah dilakoninya sejak menjadi mahasiswi Jurusan Hubungan Internasional (HI) di President University, Jababeka, Bekasi, Jawa Barat.

“Kala itu kami mengikuti IMUN 2019 di Malaysia sebagai Head Chair atau Ketua Dewan Sidang UNDP. Kami berjumpa dengan banyak delegasi dari luar negeri, seperti dari Russia, India, Afrika Selatan, sampai negara-negara tetangga kita di Asia Tenggara,” ungkapnya.

Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan Maria untuk terus mengikuti konferensi IMUN secara daring yang diadakan sebagai Dewan Sidang. Dalam ajang tersebut, Maria berkesempatan untuk berjumpa dengan lebih banyak lagi delegasi. Hingga kini, ia masih menjalin hubungan dengan sejumlah delegasi dari Malta, Belgia, Colombia, Uzbekistan, Philippines, dan sebagainya.

Kemudian, pada tahun 2022 IMUN kembali mengadakan konferensi tatap muka atau luring. Maria yang kini menjadi prajurit TNI AL, menyampaikan bahwa Pasal 9c UU RI Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI mengatur tentang fungsi Angkatan Laut yang unik dari matra lain selain daripada military role and constabulary role, yaitu diplomacy role.

“Kami meng-quote dari narasumber acara IMUN Indonesia 2022 kemarin, Pak Yanuar Nugroho, Koorsahli Setnas SDGs Republik Indonesia, Kementrian Pembangunan Nasional atau Bappneas bahwa diplomasi tidak pernah mudah,” ujarnya.

Oleh karena itu, Maria menekankan bahwa diplomasi memang perlu diasah dan ditanamkan pada pribadi prajurit-prajurit Matra Laut guna mengemban fungsinya sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Anak pertama dari dua bersaudara pasangan Hendricus Tio Siong dan M.C. Bong Fung Chin ini memiliki kemampuan dua bahasa asing, yakni Inggris dan Cina dengan dialek Mandarin, Teochew, dan Hakka.

Selain itu, Maria juga memperoleh nilai Cumlaude saat menyelesaikan pendidikannya sebagai sarjana HI di President University. Selepas itu, dia melanjutkan cita-citanya sebagai prajurit TNI AL jalur Bintara Khusus Kompetensi Penerangan bersama 6 rekan lainnya.

Keterlibatan Kowal dalam kegiatan internasional ini, selain dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan profesional sesuai harapan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, juga dalam rangka meningkatkan dan penguatan diplomasi TNI AL.

Tugas tersebut sesuai dengan Trinitas Angkatan Laut secara universal, salah satunya adalah peran Angkatan Laut dalam diplomasi yang diamanatkan dalam UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.