Home Regional PMK Merebak, Vaksinasi Pertama di Jateng, Mentan SYL Imbau Ini

PMK Merebak, Vaksinasi Pertama di Jateng, Mentan SYL Imbau Ini

Sukoharjo, Gatra.com - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) se-Jawa Tengah mulai melakukan kegiatan vaksinasi massal dalam upaya pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Kabupaten Sukoharjo menjadi lokasi pertama pencanangan vaksinasi PMK di Jawa Tengah. 

Pencanangan vaksinasi dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Dalam kesempatan itu, turut diberikan vaksinasi dosis pertama dan diterima oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukoharjo, Widodo. 

"Apel siaga penanganan penyakit mulut dan kuku di Jawa Tengah kita pusatkan pelaksanaan awal di Sukoharjo," ucap Syahrul dalam sambutannya. 

Syahrul menyatakan, apel yang digelar di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sukoharjo itu sebagai upaya memberikan semangat kepada seluruh masyarakat, khususnya peternak Indonesia. Dukungan itu ditunjukkan dengan penanganan maksimal oleh pemerintah dalam mengendalikan PMK.

"Alhamdulillah ada 800 ribu yang kita segera bagikan dan disuntikan, dan kita sudah punya tiga juta yang siap disuntik," imbuhnya.

Menurutnya, vaksinasi masal nasional ini merupakan tindakan yang dilakukan kontinu dan menunjukkan komitmen pemerintah dalam rangka pencegahan dan pengendalian PMK melalui pengebalan hewan yang rentan PMK.

"Kepada kepala badan karantina dan seluruh OPD karantina jaga daerahmu, karena banyak yang menari-menari saat PMK ini, ada yang suka kalau harga sapinya orang dijual dengan harga murah dengan alasan lain-lain, kalian jaga itu, karena tidak semua kecamatan zona merah," kata Syahrul.

Ia pun meminta, kecamatan yang memasuki zona merah PMK dilarang mengeluarkan hewan ternak yang kondisinya masih hidup. 

"Jadi, hewan yang di sana saat Idul Kurban dipotong di dalam daerah itu," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Dispertan) Kabupaten Sukoharjo, Bagas Windaryatno menyebut, hingga per 16 Juni 2022 ini tercatat ada 511 ekor hewan ternak yang terpapar PMK. Dengan rincian 497 ekor sapi, tujuh ekor kerbau, satu ekor domba dan enam ekor kambing.

"Yang sudah sembuh ada 67 ekor, 59 sapi, dan delapan kambing," ujar Bagus.

Sedangkan dari kasus pertama PMK ditemukan di Sukoharjo, ada empat ekor sapi yang mati. Kemudian, 10 ekor sapi terpaksa dilakukan pemotongan.

Bagas menambahkan, jumlah populasi hewan ternak di Sukoharjo saat ini mencapai 35 ribu ekor. Alokasi tersebut juga untuk memenuhi kebutuhan saat Hari Raya Iduladha mendatang.

1129