Home Lingkungan Gerakan Bersihkan Ciliwung dari Sampah hingga Limbah Beracun

Gerakan Bersihkan Ciliwung dari Sampah hingga Limbah Beracun

Jakarta, Gatra.com – Masih banyak masyarakat masih menjadikan sungai, termasuk Ciliwung sebagai tempat membuang aneka sampah, mulai dari sampah rumah tangga, plastik, hingga elektronik alias bahan berbahaya beracun (B3).

Manager Humas PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLi), Arum Tri Pusposari, dalam keterangan pada Senin (20/6), menyampaikan, hal itu sebagaimana ditemukan dalam aksi Susur Sungai Ciliwung bertajuk "Geber Ciliwung, Gerakan Bersama Bebersih Ciliwung" yang melibatkan berbagai elemen pada akhir pekan kemarin.

“Geber ini merupakan singkatan dari gerakan bersama. Suatu istilah untuk sebuah kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama atau kolaboratif,” ujar Arum.

Ia mengungkapkan, dalam susur sungai tersebut ditemukan beragam sampah, bukan hanya plastik atau bungkus nasi, tapi juga ban bekas, kasur, lemari hingga alat elektronik seperti televisi, batu baterai, dan lampu.

“Mereka tak sadar barang elektronik itu merupakan limbah bahan berbahaya beracun (B3) yang dapat membahayakan jiwa manusia,” katanya.

Ia menjelaskan, aksi susur Sungai Ciliwung tersebut dimulai dari kolong Jalan TB. Simatupang, Pasar Rebo, Jakarta Timur (Jaktim). Susur Sungai Ciliwung ini merupakan puncak dari rangkaian aksi Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Menurutnya, selama tiga hari berturut-turut, yakni sejak 16 Juni hingga 18 Juni, ratusan relawan gabungan terlibat dalam aksi bersihkan Sungai Ciliwung. Aksi ini digagas oleh PPLi sebagai komitmen menjaga lingkungan.

Adapun pihak yang terlibat dalam aksi tersebut, lanjut dia, yakni Pemrov DKI Jakarta, Kodam Jaya, Rindam Jaya, Dinas Lingkungan Hidup DKI, Dinas Bina Marga DKI, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, lembaga kemanusiaan Indonesia Care, juga sejumlah relawan dari Brigade Relawan Nusantara.

Direktur Utama PPLi Yoshiaki Chida, Kasdam Jaya Brigjen TNI Edy Sutrisno, bersama Aster Kasdam Jaya, juga sejumlah pejabat Pemprov DKI Jakarta juga ambil bagian dalam aksi tersebut.

“Kami sebagai perusahaan pengelola limbah industri, bertanggung jawab atas kebersihan sungai yang kami lewati di area Jawa Barat juga DKI Jakarta,” katanya.

Kasdam Jaya Brigjen TNI Edy Sutrisno yang sempat ikut menyusuri Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung, mengatakan, upaya semua pihak harus lebih maksimal lagi untuk mempercepat keberhasilan program Ciliwung Bersih.

“Sudah menjadi impian bersama warga di sepanjang Ciliwung bisa mengembalikan lagi fungsi dan kelestarian sungai. Aksi tiga hari berturut-turut ini benar-benar telah menunjukkan hasil signifikan. Terima kasih untuk semua yang telah terlibat,” katanya.

Arum lebih jauh menyampaikan, kelak Ciliwung harus bisa diwariskan kelestariannya untuk anak cucu. Upaya ini harus dimulai dan dijaga rutinitasnya. PPLi pun berkomitmen akan meneruskan aksi serupa, baik di hilir maupun di hulu.

"Mungkin kita tak bisa membersihkan seluruh sungai dengan waktu singkat, tapi kita ingin meninggalkan motivasi, meninggalkan kesan baik yang bisa diteruskan masyarakat untuk mengikuti langkah kami, membersihkan Ciliwung yang saat ini masih cukup tercemar,” katanya.

Bukan hanya membersihkan Sungai Ciliwung, kata Arum, pihaknya juga berupaya mengajak masyarakat, khususnya yang dekat dengan sungai agar tidak membuang sampah ke sungai.

Terkait itu, pihaknya memberikan bantuan enam tempat sampah berukuran 600 liter ke sejumlah warga, relawan, dan komunitas di sepanjang Ciliwung. PPLi juga menyerakan bantuan satu unit perahu karet untuk aksi pencegahan dan evakuasi banjir kepada Indonesia Care.

Sedangkan untuk menyosialisasikan dan mengajak masyarakat tidak membuang sampah ke sungai, digelar diskusi tentang lingkungan bertajuk “Sungai Ciliwung, Sebuah Potensi yang Tenggelam” hasil kolaborasi dengan Aliansi Jurnalis Peduli Lingkungan Indonesia (AJPLI).