Home Kebencanaan Warga Pasaman Terdampak Gempa Merindukan Huntap dari Pemerintah

Warga Pasaman Terdampak Gempa Merindukan Huntap dari Pemerintah

Pasaman, Gatra.com- Hentakan gempa 6,2 magnitudo pada Jumat, 25 Februari 2022 lalu, berdampak hebat bagi masyarakat Nagari Malampah, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.

Hingga saat ini, masyarakat Nagari Malampah yang terdampak terus berharap bantuan hunian tetap (Huntap) dari pemerintah. Lalu, juga membutuhkan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

Pernyataan itu diungkapkan Nelo Prihadi, pengurus Masjid Nurul Iman, Simpang Labuah, Kampuang Jambak, yang mewakili masyarakat Nagari Malampah, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman.

"Masyarakat kami minta bantuan Huntap, agar masyarakat tidak lagi tinggal di Huntara. Masyarakat trauma, kalau bisa dianggarkan oleh provinsi," sebut Nelo, diterima Gatra.com, Jumat (17/6).

Selain itu, Nelo yang juga anggota DPRD Pasaman ini juga berharap Pemprov Sumbar, menganggarkan untuk pembangunan jembatan yang melintasi Batang Fatimah dan jembatan di Limpato. "Karena sudah banyak kecelakaan. Berharap bisa bantu pada anggaran perubahan tahun 2023," ujarnya.

Semua itu telah disampaikan Nelo ketika kunjungan Asisten III, Andri Yulika mewakili Gubernur Sumbar, Mahyeldi di Masjid Nurul Iman di Nagari Malampah, Kecamatan Tigo Nagari April 2022 lalu.

Asisten III Pemprov Sumbar, Andri Yulika menuturkan, pihaknya telah menampung semua keluhan masyarakat Nagari Malampah yang terdampak bencana gempa 6,2 magnitudo untuk disampaikan ke Gubernur Sumbar.

Atas nama Pemprov Sumbar, Andri menyalurkan bantuan untuk 10 Huntara, masing-masing Rp15 juta. Lalu bantuan Rp42 juta untuk penjaga sekolah dan pekerja kasar di SMA/SLB Kabupaten Pasaman. Lalu bantuan hibah Rp50 juta untuk pembangunan masjid.

"Terima kasih atas segala bantuan yang diberikan Pemprov Sumbar kepada masyarakat kami," ucap Asrizal, Asisten I Pemkab Pasaman.

Sementara di tempat berbeda, Kalaksa BPBD Sumbar, Jumaidi mengungkapkan sudah ratusan dibangun Huntara oleh berbagai pihak untuk korban gempa. Baik di Pasaman, maupun Pasaman Barat.

Selain itu, pembangunan Huntap juga sudah ada yang dilakukan oleh masyarakat setempat. Ia mengakui, memang pembangunan Huntap baru segelintir orang. Pasalnya, banyak bangunan yang harus dibangun ulang.

"Inisiatif masyarakat sendiri dengan memanfaatkan sisa bangunan yang roboh," ujarnya dalam beberapa pertemuan di Padang.

KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR