Home Politik Balas Sindiran Surya Paloh, Megawati: Saya Buktikan Bukan untuk Sombong

Balas Sindiran Surya Paloh, Megawati: Saya Buktikan Bukan untuk Sombong

Jakarta, Gatra.com - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri merasa heran jika ada yang menyebut partainya sebagai partai sombong. 

"Saya sampai mikir bisa opo enggak ya? Karena saya buktikan bukan untuk sombong-sombong. Ada orang mengatakan Ibu Mega sombong banget ya, karena ada juga yang mengatakan ada sebuah partai sombong sekali," kata Megawati yang disambut meriah para kadernya di Sekolah Partai, di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (21/6).

Dalam ajang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDIP Tahun 2021 ini Megawati juga menanyakan alasan sampai disebut sombong. Dia pun menekankan bahwa tak pernah menjelekkan partai politik maupun ketua umumnya.

"Saya tidak pernah loh, tidak pernah menjelekkan partai manapun, tidak pernah, ketua partai apapun. Saya berjalan sendiri membentuk partai saya yang saya hormati dan sayangi yang bernama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Jangan! Jangan! negeri ini harus dibangun dengan bersatu," ungkap Megawati.

Sebelumnya, ketua umum partai Nasdem, Surya Paloh menyindir ada partai berlagak sombong dan merasa hebat sendiri.

Pernyataan ini disampaikan Surya Paloh saat penutupan Rakernas Nasdem di JCC Senayan, Jakarta pada Jumat (17/6).

Surya Paloh menjelaskan bahwa partainya sengaja menyiapkan calon presiden sejak dini sebagai modal membangun koalisi menuju Pilpres 2024. Karena Nasdem tahu diri partainya tidak memenuhi syarat presidential threshold sehingga membutuhkan mitra koalisi untuk mengusung capres.

"Kami tahu diri karena masih punya banyak kelemahan, kami masih kurang persyaratan, tapi kami berikhtiar. Kami menjaga komunikasi kepada seluruh komponen masyarakat secara lebih bijak, secara lebih luwes. Jadi buang itu praktik kesombongan, merasa hebat sendiri, merasa paling mantap sendiri, itu bukan NasDem. Ada urusan apa?" kata Surya Paloh.

Menurut Surya, partainya tidak pernah merendahkan dan berniat mengurangi rasa hormat kepada siapa pun, baik pribadi maupun kelompok dan institusi.

"Tapi kalau ada yang bersalah sangka kepada kami, maka kami harus arif dan bijaksana. Nasdem masih banyak stok senyumnya. Nasdem harus terbiasa dengan humor, dengan canda, dan tertawa," katanya pula.

Ia meminta kader Nasdem tidak meniru gaya berpolitik yang sombong tersebut. 
"Itu jauh lebih berarti dan dinantikan oleh bangsa ini, politik merendahkan satu sama lain, sombong dengan kesombongan diri itu, ibarat kata orang melayu, sudah salah budak ini."

"Apa yang mau kita tiru dari semangat berpikir seperti itu, dengan modal kesombongan seakan-akan yang paling benar, paling kuat, paling berkuasa. Tidak ada itu artinya bagi Nasdem," katanya.

624