Home Apa Siapa Pemkot Surabaya Sulap Aset jadi Rumah Padat Karya

Pemkot Surabaya Sulap Aset jadi Rumah Padat Karya

77

Surabaya, Gatra.com – Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, terus berupaya membangun kesempatan usaha bagi masyarakat. Sejak beberapa bulan lalu, Pemkot Surabaya sudah mulai mewujudkan hal itu dengan membangun Rumah Padat Karya.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, dalam akun Instagram resminya, menekankan agar aset-aset Pemkot Surabaya tidak boleh "menganggur” atau hanya didiamkan. Hal tersebut karena lokasi beberapa aset Pemkot berada di tempat strategis untuk membuka usaha.

Rumah Padat Karya ini merupakan bagian dari program pemkot dalam mengurangi kemiskinan dan pengangguran di Kota Surabaya. Hal tersebut terbukti dengan digandengnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) Kota Pahlawan sebagai pelaku usaha di Rumah Padat Karya.

“Pemkot Surabaya berkomitmen, ketika asetnya digunakan ekonomi kerakyatan, itu harus digerakkan oleh MBR. Bahkan anak mudanya juga kita jaring untuk mendapatkan pekerjaan dengan menggandeng stakeholder,” ujar Eri dilansir dari laman Surabaya.go.id.

Ada lima Rumah Padat Karya yang saat ini sudah beroperasi. Beberapa yang sudah berjalan tersebut di antaranya yang berada di Kelurahan Bringin dan Sememi. Terdapat beberapa jenis usaha seperti cuci motor dan mobil, laundry, coffee shop, dan juga kuliner lain.

Selain itu, ada juga aset berupa lahan pertanian dan perikanan yang semuanya akan digarap oleh MBR. “Bibit/benih dari Pemkot, dikelola MBR, hasil panennya untuk membantu ekonomi MBR,” tulis Eri.

Kedepannya, Pemkot Surabaya juga akan membuat lokasi-lokasi wisata yang akan dimanfaatkan oleh MBR Kota Pahlawan. Tempat wisata itu nantinya akan terintegrasi dengan Rumah Padat Karya seperti wisata taman bunga anggrek di Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo. Eri menjelaskan bahwa pembangunan tempat wisata yang terintegrasi dengan Rumah Padat Karya itu tidak asal bangun, tetapi juga disesuaikan dengan pasar yang ada di wilayah masing-masing.

“Kita lihat dulu pasarnya. Jadi jangan sampai pemkot memanfaatkan lahannya untuk ekonomi kerakyatan tetapi tidak sesuai pasarnya. Maka dari itu kami selalu berkoordinasi dengan warga, apa yang ingin dikerjakan, jangan sampai warga itu terpaksa,” ujar Eri.

Wali kota yang akrab disapa Cak Eri ini juga menyampaikan bahwa ia ingin membuat wisata offroad di kawasan Bangkingan, Kecamatan Lakarsantri.

“Jadi padat karya itu bukan hanya berupa wadah seperti ini saja. Ada lahan seluar sembilan hektare di Bangkingan. Itu bisa dijadikan wisata adventure seperti di Yogyakarta atau Malang. Tolong itu segera dijalankan, sehingga Padat Karya itu tidak hanya seperti ini saja, tetapi ada banyak jenisnya,” ujar Eri.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS