Home Info Sawit Stok Minyak Sawit Melimpah, 58 PKS Tutup

Stok Minyak Sawit Melimpah, 58 PKS Tutup

Jakarta, Gatra.com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) merilis kalau ekspor minyak sawit bulan April 2022 hanya sebanyak 2,018 juta ton. Angka ini lebih rendah ketimbang ekspor di bulan yang sama di tahun lalu yang mencapai 2,636 juta ton.

Penyebabnya lantaran pemerintah sedang berupaya menambah pasokan minyak goreng dalam negeri yang harganya hingga sampai bulan April belum seperti yang diharapkan.

Diberlakukannya larangan ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan dua turunan lainnya sejak 28 April 2022 ikut membikin volume ekspor di bulan itu menjadi lebih rendah.

Adapun dominasi ekspor tadi antara lain; olahan CPO sebanyak 6,566 juta ton dan oleokimia 1,276 juta ton. Sementara CPO sendiri hanya 204 ribu ton dan olahan CPKO 309 ribu ton.

Terkait harga CPO, juga terjadi penurunan. Pada bulan April, Cif Rotterdam mencatat angka USD 1.719 perton. Sementara di bulan sebelumnya masih di angka US$ 1.813. Nilai ekspor juga turun dari USD3,513 miliar pada bulan Maret menjadi USD3,435 miliar pada bulan April.

Kalau ekspor ke Pakistan, USA, China dan India terjadi penurunan, ekspor ke Belanda, Rusia dan Bangladesh justru mengalami kenaikan.

Di dalam negeri, konsumsi naik menjadi 1,751 juta ton ketimbang bulan Maret yang hanya 1,507 juta ton. Yang paling banyak kenaikan itu ada pada industri pangan. Dari 635 ribu ton pada bulan Maret menjadi 812 ribu ton pada bulan April.

Produk biodiesel juga naik dari 1,507 juta ton pada bulan Maret menjadi 1,751 juta ton pada bulan April.

"CPO mengalami kenaikan produksi sebesar 100 ribu ton, dari 3,782 juta ton pada bulan Maret menjadi 3,882 juta ton pada bulan April. PKO juga naik dari 368 ribu ton menjadi 373 ribu ton. Kenaikan produksi ini disebabkan oleh cuaca yang bagus dan faktor musiman," kata Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono kepada Gatra.com sore ini.

Oleh kondisi produksi, konsumsi dan ekspor yang seperti itu, GAPKI memperkirakan bahwa stok minyak sawit pada April 2022 mencapai 6,103 juta ton. Angka ini naik dari 5,683 juta ton pada bulan sebelumnya.

Kenaikan stok ini perlu diwaspadai demi mencegah penuhnya tangki akibat larangan ekspor. Sebab kalau penuh, PKS akan berhenti beroperasi.

"Kami terus memantau perkembangan PKS dan tanki timbun anggota GAPKI. Data detilnya sedang kita monitor bersama cabang dan juga dinas perkebunan," ujar Mukti.

Memang kata lelaki 63 tahun inni, ada laporan kalau tanki timbun PKS mulai penuh. Kondisi ini membuat PKS terpaksai membatasi pembelian TBS khususnya dari petani Swadaya. Sementara hasil TBS petani mitra masih berjalan seperti biasa.

"Kita terus memantau perkembangan harga internasional, harga lelang KPB, realisasi ekspor, perkembangan operasional PKS serta harga TBS," katanya.

Sementara itu kemarin, Ketua DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Gulat Medali Emas Manurung menyebut bahwa dari 1.118 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang ada di Indonesia, 58 PKS sudah tutup dan 114 PKS buka tutup.

"Maksudnya, PKS-PKS ini mengurangi volume pembelian TBS petani untuk memperlambat penuhnya tanki timbun mereka," katanya.


Abdul Aziz