Home Regional Rumah Dinas Habis Rp6,5 M, Bupati Karanganyar Awasi Langsung Rekanan

Rumah Dinas Habis Rp6,5 M, Bupati Karanganyar Awasi Langsung Rekanan

Karanganyar, Gatra.com - Rekanan pembangunan rumah dinas bupati Karanganyar, Jateng seharusnya lebih serius mengerjakan proyek tersebut. Rekanan tak akan bisa mencurangi proyek senilai Rp6,5 miliar yang berlokasi di wilayah paling ramai mobilitas para pejabat tersebut.

"Yang dikerjakan apa, bagaimana progresnya, bisa langsung saya lihat. Saya kan tinggal di sini, sehingga bisa lihat langsung pengerjaannya," kata Bupati Karanganyar Juliyatmono saat peletakan batu pertama pembangunan rumah dinasnya, Jumat (24/6).

Rumah dinas bupati Karanganyar digadang-gadang paling mewah dibanding rumah dinas kepala daerah di eks Karisidenan Surakarta. Desainnya pun paling istimewa dengan perpaduan gaya Eropa dan Jawa. Dengan nilai kontrak rekanan Rp6,5 miliar disepakati pengerjaannya enam bulan. Usai merampungkan rumah dinas, rencananya merenovasi total pendopo bersumber dana APBD perubahan 2022. Pendopo yang akan dibangun mendatang tak kalah istimewa. Bagian atap dipasang ornamen khusus dinamai Keluk Raden Mas Said. Selain itu, kapasitas tamu diperbanyak sampai 1,5 kali lipat dari pendopo lama.

Plt Kepala DPU PR Titis Sri Jawoto mengungkapkan, sejumlah bank di Karanganyar, terutama milik Pemkab Karanganyar menawarkan dana kepada rekanan untuk dana talangan pembangunan rumah dinas dan gedung kebudayaan.

“Tidak ada alasan tidak punya uang. Semua tergantung rekanan. Jika fokus dan serius, saya yakin selesai tepat waktu,”ujar Titis.

Dikatakannya, persoalan yang dihadapi dalam proses pembangunan ini adalah managemen sumber daya manusia.

Ketika disinggung proses pembangunan yang baru dilaksanakan pertengahan tahun ini serta dikhawatirkan tidak selesai seperti pembangunan Masjid Madaniyah, Titis menjelaskan jika pembangunan dua bangunan ini berbeda dengan Masjid Madaniyah.

Dalam proses pembangunan Masjid Madaniyah, selain desain yang rumit, juga terkendala pandemi serta sebagian material berasal dari impor.

“Untuk pembangunan rumah dinas dan gedung kebudayaan, tidak ada kendala. Lokasi bagus dan material juga dari dalam negeri,” pungkasnya.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS