Home Internasional Mengerikan, 149 PMI Tewas di Tahanan Imigrasi Malaysia, Kemenlu Akan Tindak Lanjuti

Mengerikan, 149 PMI Tewas di Tahanan Imigrasi Malaysia, Kemenlu Akan Tindak Lanjuti

Jakarta, Gatra.com – Sebanyak 149 buruh migran asal Indonesia dikabarkan telah tewas di dalam Pusat Tahanan Imigrasi Sabah, Malaysia.

Berdasarkan data Koalisi Buruh Migran Berdaulat (KBMB), tercatat dalam satu setengah tahun ada 149 warga negara Indonesia yang meninggal di seluruh pusat tahanan imigrasi di Sabah.

Data tersebut, menurut KBMB, didapat dari Kedutaan Besar Malaysia. Rinciannya, pada 2021 ada 101 WNI yang meninggal, sementara dari Januari hingga Juni 2022 ada 48 WNI yang tewas di seluruh pusat tahanan imigrasi Sabah.

Menanggapi laporan itu, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengatakan telah mempelajari laporan KBMB tahun 2022 dengan judul “Seperti di Neraka: Kondisi di Pusat Tahanan Imigrasi di Sabah, Malaysia".

Kemenlu menghargai KBMB dalam upaya ikut melindungi WNI di luar negeri. Pihaknya juga memandang serius laporan tersebut dengan segera menindaklanjutinya kepada otoritas dan pihak-pihak terkait.

Menurut Direktur Perlindungan WNI (PWNI) Kemenlu, Judha Nugraha pihaknya telah menghubungi KBMB untuk memperoleh data rinci WNI/PMI yang dinyatakan meninggal di rumah tahanan imigrasi di Sabah serta data para deportan yang mengalami penganiayaan selama berada di Depot Tahanan Imigresen (DTI) di Sabah.

Judha juga menjelaskan bahwa seluruh data tersebut akan ditelusuri dan dimintakan penjelasan dari otoritas di Malaysia. Pemrintah juga akan melakukan langkah tindak lanjut secara bilateral jika data ini terkonfirmasi.

“Perwakilan RI di Sabah yaitu KJRI Kota Kinabalu dan KRI Tawau akan bertemu Pengarah Jabatan Imigresen Negeri Sabah pada hari ini,” demikian penjelasan Judha dalam laman Kementerian Luar Negeri, Selasa (28/6).

Pertemuan dimaksudkan, sambung Judha, untuk meminta keterangan dan kejelasan atas temuan KBMB. “Pertemuan tersebut sebagai upaya Pemerintah Indonesia dalam melindungi WNI/PMI di wilayah Sabah," cetusnya.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS