Home Regional Karanganyar Terima 2.000 Dosis Vaksin PMK Tahap Pertama

Karanganyar Terima 2.000 Dosis Vaksin PMK Tahap Pertama

Karanganyar, Gatra.com - Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan (Dispertan PP) Karanganyar, Jateng memprioritaskan penyuntikan vaksin PMK ke sapi potong dan indukan kategori sehat. Sebanyak 101 sapi mendapat giliran perdana vaksinasi di kabupaten ini.

Kabid Peternakan Dispertan PP Karanganyar Heri Sulistyo mengatakan vaksinasi perdana PMK menyasar kelompok ternak di Koperasi Ngudi Makmur Kelurahan Jungke Karanganyar Kota. Di kandang komunal terdapat 170 ekor sapi. Namun hanya 101 yang diberi vaksin.

"Kita prioritas sapi perah, lalu baru sapi pedaging atau sapi potong. Untuk wilayahnya prioritas kecamatan yang belum ada kasus PMK. Misalnya semua kecamatan terpapar PMK, diambil desanya yang nihil kasus. Jika semua desa kena, diambil tingkat Rt Rw. Jika enggak memungkinkan, maka diambil tingkat kandang. Seperti di kandang ini," katanya kepada wartawan di kampung sapi itu, Rabu (29/6).

Kabupaten Karanganyar menerima 2.000 dosis vaksin PMK pada tahap pertama. Tiap vial berisi 200 mililiter untuk memvaksin 100 ekor sapi. Seperti halnya vaksinasi pada manusia, maka sapi juga akan mengalami gejala pascaimunisasi seperti demam dan kurang nafsu makan.

"Gejalanya wajar. Tidak perlu panik. Ini ikhtiar agar sapinya membentuk kekebalan dari virus PMK," katanya.

Selain vaksin, petugas juga memberikan prebiotik. Di kandang ini, Dispertan PP menerjunkan mantri ternak dan inseminator untuk menyiapkan logistik sekaligus menyuntik sapi.

Mantri ternak juga mendata pemilik sapi yang sudah divaksin. Data NIK pemilik sapi diunggah ke aplikasi di ponsel petugas.

"Dari aplikasi ini, dapat diketahui berapa jumlah sapi yang sudah divaksin dan dosis berapa. Ini aplikasi dari pemerintah pusat," katanya.

Rencananya, sapi yang sudah divaksin dosis I akan mendapatkan dosis II pada 30 hari.

Heri mengatakan populasi sapi di Kabupaten Karanganyar mencapai 70 ribu ekor. Ia menunggu bantuan vaksin di tahap selanjutnya dari pemerintah pusat.

Ketua Koperasi Ngudi Makmur, Mulyadi memastikan sapi di kandang komunal semuanya sehat. Sebab, ia menerapkan protokol kesehatan ketat.

"Hanya sapi sehat yang boleh masuk kandang. Lalu lintas orang maupun kendaraan juga tak boleh sembarangan. Kami membatasi orang keluar masuk kandang, sebab bisa jadi carrier virus PMK," katanya.

771