Home Regional Bupati Purworejo: Harga Daging dan Ternak Tak Terpengaruh Wabah PMK

Bupati Purworejo: Harga Daging dan Ternak Tak Terpengaruh Wabah PMK

Purworejo, Gatra.com - Menjelang Hari Raya Iduladha, pemerintah gencar melaksanakan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Diketahui, PMK adalah penyakit mematikan yang bisa menyerang sapi, kambing, babi dan hewan berkuku belah lainnya.

Pemkab Purworejo, Jawa Tengah, melaunching vaksinasi PMK di kandang sapi Kelompok Tani Ternak 'Sri Lestari' Desa Kalimati, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, Jumat (01/07). Launching ditandai dengan penyuntikan vaksin ke beberapa ekor sapi disaksikan Bupati Purworejo Agus Bastian, Kepala DKPP Hadi Sadsila, Kalak BPBD sekaligus Ketua Satgas PMK Budi Wibowo, perwakilan TNI, Polri dan lainnya.

Kepala Desa Kalimati, Suratno menjelaskan bahwa, saat ini kelompok tani desanya memiliki 52 ekor sapi. "Kelompok tani ternak kami menyediakan sapi bibit. Hingga kini Alhamdulillah wabah PMK belum mempengaruhi harga jual sapi kami. Masih di kisaran rata-rata Rp21 juta hingga Rp27 juta per ekor," kata Suratno.

Hal yang sama juga diungkapkan Bupati Agus Bastian yang dicegat awak media usai berkeliling kandang sapi. 

"Wabah PMK belum mempengaruhi harga ternak dan daging di wilayah kita. Sebagai perbandingan, seminggu lalu saya kunjungan kerja ke Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Akibat PMK, harga daging di sana sangat murah hanya Rp30.000 per kilo. Di sini, harga masih stabil antara Rp120.000- Rp130.000 per kilo," kata Agus Bastian.

Ia juga mengimbau pada warganya agar tidak usah takut melakukan kurban saat Hari Raya Iduladha asal sesuai aturan yang ditetapkan. 

"Kami berusaha dan berharap agar tidak ada lagi kerugian bagi para peternak akibat PMK. Untuk jumlah persediaan vaksin PMK di Purworejo masih cukup untuk 250.000 ternak yang ada," kata Bastian.

60