Home Politik Dadi Awu Ceritakan Praktik Money Politics Bukan Melulu Soal Duit

Dadi Awu Ceritakan Praktik Money Politics Bukan Melulu Soal Duit

Karanganyar, Gatra.com- Bawaslu Kabupaten Karanganyar, Jateng menggarap film pendek berjudul Dadi Awu. Film berdurasi 14 menit ini mengisahkan praktik bagi-bagi duit calon kepala daerah berikut problematika yang menyertainya.

Sutradara sekaligus penulis naskah Dadi Awu, Sudarsono mengatakan ide pembuatan film pendek berdasarkan pengalaman Bawaslu Karanganyar saat menangani dugaan politik uang pada Pemilu 2019 lalu. Bawaslu Karanganyar mengungkap motif pelaku bagi-bagi duit ke calon pemilih, ternyata tak sekadar bayaran menggiurkan dari timses.

“Orang yang disuruh bagi-bagi duit itu sebenarnya tahu bahwa yang dilakukannya salah. Tapi tetap menerima orderan dari timses calon. Alasannya ewuh pekewuh. Yang memesan agar duit dibagi-bagi untuk memenangkan calon itu punya jasa besar bagi keluarganya,” katanya kepada Gatra.com, Rabu (6/7).

Dikisahkan, juragan Darso membawa uang tunai dalam jumlah besar di dalam tas. Barang itu kemudian disodorkan ke Supri. Juragan Darso sambil membawa segepok poster minta Supri membagikan uang itu ke warga Desa Sundulangit dengan maksud agar memilih gambar pasangan calon bupati wakil bupati Kabupaten Singorejo yang tercetak di poster. Juragan Darso dikisahkan selaku timses calon bupati wakil bupati.

“Batin Supri bergejolak. Darso sudah dianggap Supri sebagai pengganti ayahandanya setelah meninggal dunia. Kalau menolaknya, berarti durhaka. Apalagi ayah Supri semasa hidup berpesan agar manut dan patuh ke juragan Darso,” katanya.

Dalam kebimbangannya, Supri mencurahkan isi hatinya secara monolog di pusara sang ayah. Singkat cerita, Supri akhirnya melaksanakan perintah bagi-bagi duit ke warga desa pada dini hari. Belum selesai membagikan ‘serangan fajar’, ia ketahuan oleh satgas antipolitik uang. Terjadi aksi kejar mengejar di pagi buta sampai akhirnya Supri tertangkap.

Ia pun dibawa ke kantor pengawas pemilu dan dimintai keterangan. “Cerita dari Supri inilah yang ingin kami angkat. Fakta-fakta sosial psikologis ternyata ikut melatarbelakangi keputusan seseorang terlibat di praktik politik uang. Bukan soal besar kecilnya imbalan, tapi ada hal dianggap lebih prinsipil yang mengalahkan logika. Dan ini benar terjadi,” katanya.

Cerita menemui antiklimaks dengan hadirnya para personel Bawaslu Karanganyar berikut pesan pengawasan dan partisipasi warga dalam menolak politik uang.

Seluruh pemeran di film pendek Dadi Awu merupakan pegawai di sekretariat Bawaslu Karanganyar. Kru melakukan syuting film di Desa Bangsri Kecamatan Karangpandan. Rencananya, film pendek ini tayang mulai 5 Agustus 2022 di kanal Youtube Bawaslu Karanganyar.

“Produksinya dua hari. Malam semua. Editing beres. Sekarang sudah 95 persen selesai, tinggal penyelarasan akhir,” kata pria yang menjabat Koordinator Divisi Organisasi dan SDM Bawaslu Karanganyar ini.

449

KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR