Home Lingkungan Dukung Upaya Mitigasi Perubahan Iklim, KADIN Lakukan Financial Dialogue

Dukung Upaya Mitigasi Perubahan Iklim, KADIN Lakukan Financial Dialogue

Jakarta, Gatra.com - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) berkomitmen untuk memberikan kontribusi pada upaya mitigasi perubahan iklim. Hal ini tertuang dalam program KADIN Net Zero Hub melalui implementasi Regenerative Forest Business Sub Hub (RFBSH).

Wakil Ketua Umum Bidang Pengelolaan Hutan Tanaman Lestari Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Soewarso mengatakan bahwa program KADIN Net Zero Hub berfokus pada penguatan kapasitas perusahaan untuk memulai pengembangan multiusaha kehutanan. Melalui kegiatan diversifikasi produk dan jasa kehutanan serta secara bersamaan merupakan upaya pemulihan ekosistem hutan dalam kerangka Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL).

“Program ini juga bertujuan untuk membangun enabling conditions (kondisi pemungkin) bagi pengusaha untuk memulai bisnis multiusaha hutan tersebut yang meliputi pembelajaran bisnis multiusaha kehutanan, proses dialog para stakeholder, dan rekomendasi untuk pembuat kebijakan,” ucapnya dalam diskusi virtual melalui Zoom Meeting pada Jumat (8/7).

Direktur Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan (BPPHH) KLHK, Krisdianto menilai bahwa langkah KADIN itu sejalan dengan Undang-undang Cipta Kerja serta Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Kehutanan. Regulasi itu, memberikan peluang baru untuk memanfaatkan potensi kawasan hutan menjadi bisnis multiusaha melalui skema Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH).

“Akses ke sumber pendanaan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam membangun bisnis multiusaha kehutanan. Skema-skema pendanaan untuk mendukung operasionalisasi bisnis kehutanan menjadi diskursus dalam berbagai dialog para pihak kunci,” katanya.

Direktur Utama PT PPA Finance, Safei menambahkan bahwa atas dasar itu KADIN Indonesia melakukan Financial Dialogue. Kegiatan ini merupakan proses studi pada instrument keuangan bisnis multiusaha kehutanan.

Ia menjelaskan, Financial Dialogue itu juga akan menjadi awal dari studi pembiayaan bisnis kehutanan. Oleh karena itu, dialog dengan para pihak kunci perlu dilakukan untuk memperoleh gambaran dan pembelajaran dari masing-masing pihak sesuai dengan perannya.

“Sebuah model innovative financing scheme diharapkan dapat dikembangkan berdasarkan analisis informasi dari para pihak yang dapat menjadi alternatif akses pendanaan dalam menjalankan bisnis sektor kehutanan,” kata Safei.

Diharapkan, kegiatan Financial Dialogue itu bisa memberikan gambaran para para pelaku multiusaha kehutanan terkait dengan peluang investasi, instrumen keuangan, dan informasi. Selain itu juga diharapkan mampu memberikan pembelajaran tentang operasionalisasi pembiayaan sektor kehutanan.