Home Kalimantan Dibayangi Wabah PMK, Semangat Berkurban di Kalsel Tetap Tinggi

Dibayangi Wabah PMK, Semangat Berkurban di Kalsel Tetap Tinggi

Banjarmasin, Gatra.com - Minat kaum muslimin di Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk melaksanakan ibadah kurban tetap tinggi meski sempat khawatir kesulitan mendapatkan hewan kurban yang sehat ditengah merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Indonesia.

Di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin misalnya, di Idul Adha tahun 1443 H, panitia ibadah kurban memotong sebanyak 26 ekor sapi, dua diantaranya bantuan dari Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.

"Alhamdulillah, PMK tidak berpengaruh terhadap minat masyarakat untuk berkurban. Ada 26 sapi yang akan kami potong hari ini, Senin 11 Juli 2022. Dibanding Idul Adha tahun lalu, ada peningkatan tiga ekor. Kami berterima kasih pada Pemprov Kalsel yang telah berhasil mengendalikan PMK di Banua," ujar Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin, KH Darul Qutni kepada Gatra.com disela proses pemotongan hewan kurban, Senin (11/7) pagi.

Hal senada juga disampaikan Ketua Pelaksana Ibadah kurban, Masjid Al Muhajirin, Kuin Utara, Kota Banjarmasin, Sutata. Dia sampaikan, di Idul Adha 1443 H, pihaknya menerima hewan kurban sebanyak 27 ekor sapi dari masyarakat.

"Alhamdulillah, tidak ada penurunan minat masyarakat untuk berkurban meskipun sempat dihantui wabah PMK. Sapi yang kami potong semuanya dalam kondisi sehat karena sudah melalui pemeriksaan yang ketat dari dinas terkait," ujarnya.

Semangat berkurban juga ditunjukkan kampus STIE Indonesia Banjarmasin. Ada enam ekor sapi dipotong pada Idul Adha tahun ini. Ketua STIE Indonesia Banjarmasin Dr. Yanuar Bahtiar, SE, M.Si mengungkapkan, jumlah sapi yang dipotong sama dengan tahun lalu. Bedanya, tahun lalu dipotong di rumah pemotongan hewan karena saat itu masih dalam suasana pandemi Covid-19.

"Tahun ini kita kembali potong di lingkungan kampus. Semua hewan kurban sehat dan telah melalui pemeriksaan yang ketat. Kami sangat berterima kasih kepada Disbunnak Kalsel yang tak kenal lelah terus berupaya mengendalikan wabah PMK," ujarnya.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalsel, drh Suparmi mengaku terharu dengan ucapan aprisiasi yang disampaikan sejumlah panitia ibadah kurban atas kinerja yang dilakukan pihaknya dalam mengendalikan wabah PMK.

"Terima kasih atas aprisiasi dan dukungan yang diberikan. Kami sangat terharu. Petugas kami tidak kenal lelah terus terjun ke lapangan memantau hewan sapi dan kambing meskipun saat lebaran," ujarnya.