Home Sumbagteng Peringati Bhakti Adhyaksa ke-62, Kejari Tebo Lestarikan Tanaman Endemik dari Hutan SAD

Peringati Bhakti Adhyaksa ke-62, Kejari Tebo Lestarikan Tanaman Endemik dari Hutan SAD

Tebo, Gatra.com - Ada yang menarik diperingatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-62 yang dilaksanakan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo tahun 2022. Ini terlihat saat jajaran Kejari Tebo melaksanakan bakti sosial di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jalal Kabupaten Tebo, Kamis (14/7).

Pada kegiatan ini, selain menyerahkan bantuan sosial, jajaran Kejari Tebo juga menyerahkan bibit tanaman atau bibit pohon endemik kepada pengurus Ponpes.

Bibit pohon endemik yang diserahkan adalah bibit pohon Tampui dan Durian Daun. Bibit tersebut merupakan hasil pembibitan Suku Anak Dalam (SAD) kelompok Temenggung Ngadap dan masyarakat Desa Tanah Garo, Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

"Tadi bibit pohon sudah kita serahkan kepada pengurus Ponpes untuk ditanam di area Ponpes," kata Kajari Tebo melalui Kasi Pidsus Kejari Tebo, Wawan Kurniawan.

Dijelaskannya, penyerahan bibit pohon tersebut salah satu upaya kejaksaan untuk melestarikan tanaman langka yang ada di Tebo. Pohon tersebut kata dia, saat ini masih banyak ditemukan di wilayah hutan (SAD) kelompok Temenggung Ngadap dibawah dampingan Yayasan Orang Rimbo Kito (ORIK).

"Tanaman ini sudah langka dan harus kita lestarikan bersama. Biar anak cucu kita nantinya bisa merasakan nikmat buah-buahan tersebut," kata Wawan.

Hal ini dibenarkan Ketua Yayasan ORIK, Ahmad Firdaus. Dikatakannya, saat ini ada puluhan macam atau jenis pohon buah-buahan yang tumbuh di kawasan hutan (SAD) kelompok Temenggung Ngadap.

"Kalau jumlah pohonnya ada ribuan batang, namun yang kami bibitkan baru tiga jenis yakni pohon Tampui, Durian Daun dan Tempunek," kata Firdaus.

Firdaus juga membenarkan jika tanaman endemik tersebut merupakan hasil pembibitan (SAD) dan masyarakat Desa Tanah Garo. Pembibitan ini merupakan program pemberdayaan Yayasan ORIK yang berada dibawah binaan Kajati Jambi dan Kajari Tebo.

Awalnya kata dia, pada 26 Februari 2020 yang lalu Yayasan ORIK bekerjsama dengan Pemkab Tebo menggelar pesta buah-buahan hutan di kawanan hutan (SAD) kelompok Temenggung Ngadap, di hutan Sungkai Lubuk Dalam Desa Tanah Garo.

Pasca pesta buah-buahan hutan, Yayasan ORIK bersama warga (SAD) dan masyarakat sekitar melakukan pembibitan terhadap buah-buahan hutan tersebut. Tujuannya, agar buah-buahan hutan yang sudah langka tersebut tetap lestari.

Jadi, baksos kali ini diikuti seluruh jajaran Kejari Tebo beserta Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Kabupaten Tebo. "Semoga acara bakti sosial ini mendapatkan rahmat dari Allah SWT," kata Kajari Tebo, Dinar Kripsiaji.

Kegiatan Bhakti Sosial mendapat respon positif dari Pengurus Ponpes Nurul Jalal. "Saya ucapkan terima kasih kepada jajaran Kejari Tebo yang telah datang ke Pesantren kami. Saya berharap hubungan silaturahmi saat ini jangan sampai putus dan semoga Allah SWT merahmati bagi semuanya," kata salah seorang pengurus Ponpes Nurul Jalal.