Home Kalimantan Ombudsman Soroti Kinerja Kadisdikbud Kalsel yang Tidak Fokus Bekerja

Ombudsman Soroti Kinerja Kadisdikbud Kalsel yang Tidak Fokus Bekerja

Banjarmasin, Gatra.com – Ombudsman RI Perwakilan Kalsel menyoroti kinerja Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Kalsel, Muhammadun karena sering membuat kontroversi di tengah masyarakat.

Teranyar, yang membuat gaduh insan pendidik di Kalsel karena mengeluarkan 'surat ajaib' yang ditujukan kepada insan pendidik di bawah naungan Pemprov Kalsel. 

Dalam surat tanpa kop dan tanpa stempel basah itu, Muhammadun meminta dukungan terkait penerimaan dirinya secara ikhlas sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, usai dilantik Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor pada 14 April 2022 lalu.

Selain itu Muhammadun dalam sebuah WA Group kepala sekolah SMA/SMK juga meminta agar didoakan bisa nambah istri atau berpoligami.

Ombudsman Kalsel yang menerima laporan tersebut meminta supaya insan pendidik atau masyarakat tenang dan tidak menimbulkan kegelisahan.

“Meminta upaya-upaya konsolidatif di internal Disdikbud Kalsel, dilakukan secara lebih efektif, misal dengan dialog dan pertemuan,” kata Kepala Ombudsman Kalsel, Hadi Rahman, Sabtu (16/7).

Ombudsman Kalsel juga meminta kepada pria yang akrab disapa Madun itu untuk fokus bekerja, agar dunia pendidikan tidak melenceng jauh dari program yang ditetapkan pemerintah.

"Kami meminta agar Muhammadun segera fokus bekerja dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor pendidikan, antara lain melengkapi standar pelayanan, memperkuat SDM dan sarana prasarana pembelajaran serta membangun pencegahan maladministrasi dalam pelaksanaan berbagai program kerja dan rencana aksi," katanya.

Dia juga mendesak, Muhammadun untuk segera melakukan klarifikasi ke insan pendidik dan masyarakat terkait maksud dan tujuan 'surat ajaib' itu dilayangkan dan kontroversi pernyataan-pernyataannya.

Sementara itu,  Muhammadun menjelaskan bahwa apa yang dia tulis dan beredar di Group WhatsApp itu hanyalah candaan atau goyonan semata. 

"Itu bahasa bercanda saja di group WA, kenapa dipersoalkan. Lain halnya kalau aku mengeluarkan peraturan. Itu bercanda. Aku tidak puasa saja dilaporkan ke gubernur. Orang cari macam - macam gitu. Dari semua aspek aku diserang," ujar pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kabid SMA di Disdikbud Kalsel itu.