Home Internasional Berbicara dengan Biden, Putra Mahkota Saudi Jelaskan Kasus Pembunuhan Khashoggi

Berbicara dengan Biden, Putra Mahkota Saudi Jelaskan Kasus Pembunuhan Khashoggi

Jeddah, Gatra.com - Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman  (MBS) mengatakan bahwa apa yang terjadi dengan warga Saudi, Jamal Khashoggi turut disesalkan. Pembicaraan diungkapkan MBS selama pertemuannya dengan Presiden AS Joe Biden, di kota pelabuhan Kerajaan Jeddah pada hari Jumat (15/7).

Al Arabiya melaporkan Sabtu (16/7), seorang pejabat senior Saudi yang hadir mencatat bahwa pertemuan antara Pangeran Mohammed dan Presiden Biden semula dijadwalkan berbicara selama satu setengah jam, namun ternyata berlangsung selama tiga jam dan mencakup berbagai masalah.

Putra mahkota mengatakan bahwa Arab Saudi telah melakukan semua prosedur hukum dalam kasus Khashoggi. Mulai dari penyelidikan, persidangan, hingga hukuman, dan implementasi hukuman.

Kerajaan juga telah menerapkan prosedur yang mencegah terjadinya kesalahan seperti itu lagi di masa depan.

Selama pertemuan, putra mahkota mencatat bahwa insiden seperti ini dapat terjadi di mana saja di dunia. Ia menambahkan bahwa pada tahun yang sama wartawan lain juga terbunuh di tempat lain.

Menurut pejabat itu, kejadian yang sama juga terjadi ketika AS juga telah membuat kesalahan, mengutip Abu Ghuraib di Irak dan lainnya sebagai contoh.

Pangeran Mohammed mengatakan bahwa apa yang diperlukan bagi negara-negara untuk menangani kesalahan ini dan menerapkan prosedur yang akan mencegahnya terjadi lagi.

Selama pertemuannya dengan Biden, Pangeran Mohammed juga menyinggung pembunuhan jurnalis AS Shireen Abu Akleh dan bertanya apa yang telah dilakukan AS dan negara-negara lain dalam hal itu.

Pangeran Mohammed mengatakan bahwa semua negara, terutama AS dan Arab Saudi, memiliki nilai-nilai yang mereka miliki bersama ataupun tidak, namun nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang benar selalu mempengaruhi orang-orang di negara lain - terutama pada saat kita melihat hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ketergantungan antar bangsa di dunia.

Menurut putra mahkota, upaya untuk memaksakan nilai-nilai ini dengan kekuatan adalah kontraproduktif, seperti yang ditunjukkan di Irak dan Afghanistan, di mana AS belum berhasil.

Pejabat senior Saudi menambahkan bahwa seluruh keluarga yang terbunuh oleh serangan pesawat tak berawak di Afghanistan pada Agustus 2021, memang masih menunggu keadilan.

“Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bahwa setiap negara memiliki nilai yang berbeda dan harus dihormati,” kata Pangeran Mohammed. Ia menambahkan bahwa jika berasumsi bahwa AS hanya akan berurusan dengan negara-negara yang memiliki 100 persen nilai dan prinsip, maka tidak akan ada negara-negara yang berurusan dengan itu kecuali negara-negara NATO. 

Ia menambahkan, kedua negara harus hidup berdampingan meski memiliki perbedaan.

151