Home Apa Siapa Ukraina Pecat Kepala Intelijen, Banyak Orang Jadi Mata-mata Russia

Ukraina Pecat Kepala Intelijen, Banyak Orang Jadi Mata-mata Russia

Kyiev, Gatra.com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah memecat kepala lembaga intelijen  dan jaksa tinggi negaranya. Alasannya banyak  kasus hukum pengkhianatan dan kolaborasi oleh pegawai di kedua lembaga itu. Kasus pengkhianatan juga ditemui di lembaga penegak hukum lainnya.

“Secara khusus, lebih dari 60 pegawai kantor kejaksaan dan SBU (dinas keamanan negara) tetap berada di wilayah pendudukan dan bekerja melawan negara kita,” kata Zelenskyy.

“Serangkaian kejahatan terhadap fondasi keamanan nasional negara, dan hubungan yang tercatat antara pasukan keamanan Ukraina dan layanan khusus Rusia menimbulkan pertanyaan yang sangat serius tentang pemimpin mereka masing-masing,” katanya dalam pidato video malamnya seperti dilaporkan Euronews, Senin (18/7/2022).

Zelenskyy memecat Ivan Bakanov, teman masa kecilnya dan mantan mitra bisnis yang ditunjuknya untuk mengepalai SBU. Bakanov mendapat kecaman yang meningkat atas pelanggaran keamanan sejak perang dimulai.

Dia juga memberhentikan Jaksa Agung Iryna Venediktova, dan menggantikannya dengan wakilnya Oleksiy Symonenko. Venediktova telah membantu memimpin penyelidikan kejahatan perang.

Perubahan politik di Kyiv terjadi ketika Moskow memerintahkan pasukannya di Ukraina untuk meningkatkan operasi. Puluhan orang tewas di Ukraina dalam beberapa hari terakhir ketika roket dan rudal Rusia menghantam negara itu dalam serangkaian pemboman terbaru.

Kementerian pertahanan Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Menteri Pertahanan Sergei Shoigu telah memerintahkan unit militer untuk meningkatkan operasi mereka. Perintah itu direspon oleh rudal-rudal  Rusia yang  menghantam fasilitas industri di Mykolaiv, pusat pembuatan kapal utama di Ukraina selatan, Minggu pagi . Walikota setempat mengatakan rudal itu menghantam fasilitas industri dan infrastruktur. Mykolaiv telah menghadapi serangan rudal reguler Rusia dalam beberapa pekan terakhir karena Rusia telah berusaha untuk melunakkan pertahanan Ukraina.

Militer Rusia telah menyatakan tujuan untuk mengontrol seluruh pantai Laut Hitam Ukraina sampai ke perbatasan Rumania. Jika berhasil, itu akan memberikan pukulan telak bagi ekonomi dan perdagangan Ukraina, dan memungkinkan Moskow untuk mengamankan jembatan darat ke wilayah separatis Moldova di Transnistria, yang menampung pangkalan militer Rusia.