Home Sumbagteng Pesan Jenderal Dudung Saat Menanam Jagung di Tebo

Pesan Jenderal Dudung Saat Menanam Jagung di Tebo

Tebo, Gatra com - Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman mencanangkan lahan seluas 1917 Ha di wilayah Kodam II Sriwijaya untuk ditanami jagung. Penanaman jagung dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan ini digelar serentak di wilayah Kodam II Sriwijaya.

"Ini sesuai dengan perintah Presiden RI untuk menghadapi kemungkinan terjadinya krisis pangan," kata Jenderal Dudung usai menanam jagung secara simbolis bersama beberapa pejabat utama TNI AD dan Forkopimda Provinsi Jambi di Mako Kompi Senapan B Yonif Raider 142/Ksatria Jaya Kabupaten Tebo Provinsi Jambi, Senin (18/07).

Menurut dia, salah satu penyebab kemungkinan terjadinya krisis pangan akibat Covid-19. Untuk itu dia perintahkan kepada seluruh jajaran TNI AD, sekecil apapun permasalahan masyarakat TNI harus hadir untuk mencari solusi. "Dimanapun TNI AD berada harus bermanfaat bagi masyarakat," tegas dia.

Salah satunya kata Jenderal Dudung, pemanfaatan lahan-lahan tidur yang dimiliki TNI AD, termasuk lahan-lahan tidur yang telah dikerjasamakan dengan pemerintah daerah maupun dengan perusahaan-perusahaan yang ada. "Kita manfaatkan dan hasilnya nanti kita berikan kepada masyarakat sekitar. Ini salah satu agar TNI AD bermanfaat bagi masyarakat," kata dia.

Jenderal Dudung mengaku saat ini pihaknya telah bekerja sama dengan BPBD, pemerintah daerah, Polda, DPRD dan seluruh Bupati dan walikota. Kerjasama ini untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Salah satunya dengan cara menanam lokasi atau titik-titik rawan kebakaran dengan tanaman pokok (pangan).

"Hal ini kita dilakukan secara signifikan agar tidak terjadi lagi pembakaran-pembakaran. Upaya ini kita lakukan secara permanen. Mudah-mudahan dengan teknis dan cara-cara seperti ini kita bisa mengantisipasi tidak terjadi kebakaran," katanya.

Selanjutnya kata Jendral Dudung, dampak dari Covid-19 adalah banyak anak-anak yang mengalami Stunting atau gizi buruk. Untuk mengatasi ini, dia menginstruksikan kepada jajaran mulai dari Pangdam, Danrem, Dandim hingga Danramil harus menjadi bapak asuh bagi anak-anak Stunting.

"Karena dibeberapa daerah banyak anak-anak kurang gizi dampak dari Covid-19. Ini menjadi tanggungjawab kita bersama demi kemajuan bangsa dan negara. Dimana kita menjamin generasi-generasi kita nanti harus sehat dan kuat. Intinya TNI AD, kepolisian dan seluruh kopenen masyarakat agar bahu-membahu untuk mewujudkan program pusat yakni ketahanan pangan. Kita harapan dengan ketahanan pangan NKRI bisa terjamin masalah kedaulatannya," kata dia.